HKY Pung Carita di Awal Pekan: Pastor RD Ponsianus Berbagi Kasih Bersama Anak-Anak Hebat Usai Misa Pagi
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Gereja bukan sekadar tempat berdoa, melainkan ruang berbagi dan menjalin kasih seperti yang terjadi pagi ini di Gereja Hati Kudus Yesus, Olilit Barat, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sinar pagi menyelinap lembut ke dalam ruang ibadah Gereja HKY (Hati Kudus Yesus), Senin (12/5/25), ketika deretan bangku dipenuhi anak-anak hebat yang penuh semangat.
Di antara mereka ada para pemazmur, lektor, dan anak-anak dari Panti Asuhan Alma.
Mereka bukan hanya hadir sebagai pelengkap liturgi, tetapi sebagai pribadi-pribadi tangguh yang menyimpan harapan besar di balik senyum sederhana.
Di hadapan mereka, Pastor Paroki RD Ponsianus Ongirwalu berdiri, menyampaikan sebuah refleksi yang menyentuh hati.
“Tidak peduli bagaimana kerasnya kehidupan yang kamu miliki di masa lalu, kamu selalu bisa memulainya kembali. Impian tidak dapat terwujud dengan sendirinya, tetapi impian akan datang ketika seseorang berusaha untuk meraihnya.”terang Pastor.
Kata-kata itu bukan hanya khotbah biasa, di baliknya ada kekaguman dan empati mendalam terhadap anak-anak yang selama ini hidup dalam keterbatasan, namun tetap menunjukkan semangat luar biasa.
Sebagian dari mereka dibesarkan di Panti Asuhan oleh para Suster Alma, sosok-sosok yang penuh kasih dan setia menemani pertumbuhan mereka dalam keheningan dan ketulusan.
Meski berada di panti asuhan, mereka tak pernah merasa terisolasi dari dunia luar, justru di sana mereka belajar mengenal dunia, membentuk cita-cita, dan memupuk kekuatan untuk melangkah ke masa depan.
Kehilangan orang tua bukan akhir dari segalanya, mereka memilih bangkit, dan misa pagi menjadi salah satu ruang di mana mereka merasa diterima dan dihargai.
Melihat keteguhan mereka, Pastor RD Ponsianus mengaku hatinya tersentuh, sebuah tekad tumbuh untuk ikut berbagi kasih.
Maka usai misa, bukan hanya doa yang dibagikan, tapi juga perhatian dan kepedulian yang nyata.
“Ini bukan tentang jumlah atau besar kecilnya pemberian, tapi tentang kebersamaan, tentang menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri,” ujar Pastor Ponsianus dengan mata berbinar.
Di awal pekan yang biasanya hening, hadir kisah kecil yang memancarkan makna besar, bahwa iman bukan hanya tentang ritual, tapi juga tentang tindakan dan bahwa berbagi kasih, walau sederhana, bisa menjadi jawaban bagi harapan seorang anak hebat.
“Mereka hadir dengan ketulusan, dengan iman, dan dengan semangat yang membangkitkan inspirasi,” tutur Pastor mengakhiri.