May 10, 2026

IMLF 2025: Panggung Literasi Dunia dari Ranah Minang, Sumatera Barat, Indonesia

lina promosi budaya minang

Rapat Koordinasi Persiapan IMLF 2025 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, bersama Pj. Sekda Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi, U.P., S.Hut., M.Si. dan Ketua IMLF 2025 Sastri Bakry. Sumber gambar: dokumentasi dari Sastri Bakry via LM.

Oleh  Leni Marlina

Padang, Indonesia, Suara Anak Negeri News.Com,– Ajang sastra dan literasi terbesar di Sumatera Barat, International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2025, siap digelar pada 8–12 Mei mendatang. Lebih dari sekadar festival, IMLF telah menjadi jembatan budaya yang menghubungkan Minangkabau dengan dunia, menghadirkan ratusan penulis, seniman, dan pemikir dari berbagai negara.

Dalam rapat koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan, Pj. Sekda Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi, U.P., S.Hut., M.Si, menegaskan bahwa festival ini adalah momentum strategis untuk mengangkat Sumatera Barat ke panggung internasional.

“Sumatera Barat adalah tanah kelahiran para pemikir besar—Muhammad Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka. IMLF 2025 adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkenalkan khazanah sastra dan budaya Minangkabau kepada dunia. Kehadiran para penulis dan intelektual dari berbagai negara akan memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai pusat literasi global,” ujar Yozarwardi.

Sebagai seorang penulis, Yozarwardi memahami bahwa festival ini bukan hanya tentang pertemuan para sastrawan, tetapi juga tentang membangun kesan mendalam bagi para tamu internasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pelayanan yang hangat dan profesional, mulai dari penyambutan di bandara hingga penyelenggaraan acara.

Dari Ranah Minang ke Dunia: Transformasi IMLF dalam Tiga Tahun (2023-2025)

Sejak digagas pada 2023, IMLF berkembang pesat menjadi forum sastra dan intelektual yang berpengaruh. Jika pada penyelenggaraan pertama festival ini menghadirkan delegasi dari 12 negara, tahun berikutnya jumlahnya meningkat menjadi 17 negara, dan pada 2025 ditargetkan mencapai 20 negara dengan lebih dari 200 peserta internasional.

Sastri Bakry, Ketua IMLF dan Satu Pena Sumbar, menjelaskan bahwa pertumbuhan festival ini membuktikan bahwa Minangkabau memiliki daya tarik luar biasa dalam literasi dan budaya.

“IMLF bukan hanya festival, tetapi sebuah gerakan literasi global. Kami ingin menjadikan Minangkabau sebagai rumah bagi para pemikir dan pencipta, tempat di mana gagasan-gagasan besar bertemu dan menginspirasi dunia,” kata Sastri Bakry.

Festival ini menawarkan berbagai agenda berkualitas, antara lain:

1. Forum Penulis dan Akademisi – Wadah bagi penulis, peneliti, dan pemimpin budaya untuk berdiskusi tentang tren literasi global.
2. Orasi Kebudayaan dan Diskusi Panel – 30 pembicara utama membahas masa depan literasi, seni, dan teknologi.
3. Pembacaan Puisi dan Pertunjukan Seni – Kolaborasi budaya Minangkabau dengan ekspresi seni dari berbagai negara.
4. Pameran Buku dan Peluncuran Karya – Membuka akses bagi sastra Indonesia ke panggung internasional.
5. Bazaar Budaya dan UMKM Kreatif – Memperkenalkan kuliner, kerajinan, dan warisan budaya Minang ke dunia.

“Ketika dunia mengenal Minangkabau bukan hanya dari legenda Malin Kundang, tetapi juga dari karya sastra yang mendunia, di situlah kita telah berhasil,” tambah Sastri Bakry selaku ketua IMLF 2025.

Literasi sebagai Diplomasi: Peran IMLF bagi Indonesia dan Dunia

Di era globalisasi, literasi bukan sekadar keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga alat diplomasi yang ampuh. IMLF membawa Indonesia ke dalam peta sastra dunia, menegaskan bahwa negeri ini memiliki warisan literasi yang kaya dan terus berkembang.

Armaidi Tanjung, Sekretaris Satu Pena Sumbar, menekankan bahwa literasi adalah jembatan yang menghubungkan peradaban.

“Ketika seorang penulis menuliskan kisah tentang negerinya, ia sedang membangun pemahaman global tentang tempat itu. IMLF adalah bagian dari upaya Indonesia untuk memperkenalkan diri kepada dunia melalui karya sastra dan budaya,” ujarnya.

Bagi masyarakat Minangkabau, IMLF adalah kesempatan untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi intelektual yang telah lama menjadi bagian dari identitas mereka. Festival ini memberi panggung bagi penulis dan seniman lokal untuk berinteraksi dengan dunia, membuka peluang kolaborasi, serta memperkenalkan filosofi adat “alam takambang jadi guru” kepada khalayak global.

Bagi Indonesia, IMLF adalah bukti bahwa literasi bisa menjadi kekuatan diplomasi budaya. Dengan menjadikan sastra sebagai medium pertukaran gagasan, Indonesia memperkuat posisinya sebagai negara yang kaya akan warisan intelektual dan seni.

Bagi masyarakat dunia, IMLF 2025 menawarkan perspektif baru tentang Indonesia—sebuah negeri yang tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga dengan pemikiran, kreativitas, dan semangat literasi yang mendalam.

“Festival ini adalah warisan yang akan terus tumbuh. Apa yang kita mulai hari ini akan menjadi bagian dari sejarah literasi global di masa depan,” pungkas Yozarwardi.

Mengapa IMLF Penting bagi Masa Depan?

1. Mengangkat Minangkabau ke Panggung Dunia – Festival ini bukan sekadar acara lokal, tetapi platform global bagi sastra dan budaya Minang.
2. Membangun Diplomasi Budaya Indonesia – Literasi sebagai alat untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
3. Mendorong Ekonomi Kreatif – Melalui pameran buku, bazaar UMKM, dan kolaborasi seniman internasional.
4. Mewadahi Generasi Muda – Memberikan inspirasi bagi penulis dan seniman muda Indonesia untuk berani berkarya di tingkat global.
5. Menyatukan Peradaban melalui bahasa, sastra, seni dan budaya– Sebuah perayaan literasi yang mempertemukan budaya dari berbagai belahan dunia.

Seperti yang dikatakan BJ Habibie, “Kesuksesan adalah milik mereka yang terus berusaha dan percaya.” IMLF adalah bukti bahwa literasi dapat menjadi kekuatan pemersatu, menjangkau batas-batas negara, dan menghubungkan dunia melalui kata-kata.

Dengan tiga bulan tersisa sebelum penyelenggaraan IMLF 2025, semangat dan antusiasme terus membara. Sumatera Barat siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya menyambut tamu, tetapi juga menginspirasi dunia.

Minangkabau, Sumatera Barat, telah melahirkan para pemikir besar. Kini, melalui IMLF, ia kembali menyapa dunia.

IMLF 2025: A Global Literary Stage from the Land of Minangkabau – Indonesia