May 18, 2026

Jadi Pembina Upacara : Yurmaini Paparkan Tiga Keunggulan Belajar di MAN Kota Sawahlunto 

IMG-20260518-WA0169

SAWAHLUNTO (Humas), 18 Mei 2026

Lapangan Upacara Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto menjadi saksi bisu sebuah prosesi yang penuh takzim. Kepala Kaur Tata Usaha (TU) MAN Kota Sawahlunto Yurmaini, berdiri tegap di podium utama, bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera mingguan Senin 18 Mei 2026 yang berlangsung dengan sangat lancar dan khidmat.

Upacara yang diikuti oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta ratusan siswa ini menjadi panggung apresiasi tinggi dari pihak madrasah. Bertindak sebagai pelaksana upacara adalah siswa-siswi Kelas XI/F1 di bawah asuhan tangan dingin sang wali kelas Putri Suhaida, para pelajar ini sukses menunaikan tugas mereka dengan nyaris tanpa cela. Mulai dari derap langkah tegap pengibar bendera hingga lantangnya suara pemimpin upacara, semuanya bergerak dalam simfoni kedisiplinan yang memukau.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk anak-anak kami Kelas XI/F1 dan Ibu Putri Suhaida. Hari ini ananda bukan sekadar pelaksana upacara, tetapi contoh nyata dari tanggung jawab dan dedikasi,” ujar Yurmaini di awal amanatnya, memecah keheningan pagi dengan nada suara yang penuh kebanggaan.

Bukan sekadar rutinitas formalitas, momen upacara kali ini dimanfaatkan Yurmaini untuk merajut narasi reflektif tentang esensi memilih lembaga pendidikan. Di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak penuh khidmat, ia membeberkan tiga alasan fundamental mengapa MAN Kota Sawahlunto adalah pelabuhan terbaik untuk menuntut ilmu :

1. Keseimbangan Ilmu Umum dan Ilmu Akhirat Yurmaini menegaskan bahwa MAN Kota Sawahlunto tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. “Di sini, kita tidak memisahkan dunia dan akhirat. Ilmu umum dikejar sebagai modal di bumi, ilmu agama ditanam sebagai bekal di langit. Ini adalah harmoni pendidikan yang sejati,” tutur Yurmaini.

2. Pembentukan Karakter yang Hakiki Alasan kedua yang disuarakannya adalah fokus madrasah pada pembentukan akhlakul karimah (karakter mulia). Di tengah gempuran zaman yang kian memudar moralitasnya, MAN Kota Sawahlunto berdiri sebagai benteng. Siswa ditempa untuk menjadi pribadi yang jujur, santun, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama.

3. Madrasah yang Bertabur Prestasi Sebagai penutup dari tiga pilar tersebut, Yurmaini mengingatkan bahwa madrasah ini adalah ladang subur bagi para juara.

Dengan lingkungan yang mendukung dan bimbingan guru yang tanpa lelah, MAN Kota Sawahlunto terus menorehkan tinta emas dalam berbagai kompetisi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. “Kita adalah madrasah yang bertabur prestasi. Jangan ragu, kalian sudah berada di tempat yang tepat,” tegas Yurmaini membakar semangat para siswa.

Saat bendera Merah Putih telah berkibar gagah di puncak tiang, dan barisan dibubarkan, ada riak semangat baru yang tertinggal di halaman madrasah. Upacara Senin pagi itu bukan lagi sekadar kewajiban mingguan, melainkan sebuah momentum pengingat bagi seluruh warga MAN Kota Sawahlunto tentang visi besar yang sedang mereka tenun bersama.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB