April 24, 2026

“Jadilah Berkat, Meski dalam Hal Kecil”: Renungan Pagi RD. Domincs dari Manila

Oleh : joko

Suara Kasih dari UST Manila: Tiga Pesan Kerajaan Allah dari Pastor Asal Maluku

Refleksi Tiga Pilar Kerajaan Allah dalam Hidup Sehari-hari, Misi Cinta Kasih dari Pastor Mahasiswa Indonesia di Filipina

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Senin 28 Juli 2025 — Bertempat di Central Seminary, Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, RD. Domincs Baldawins Masriat, imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, membagikan renungan spiritual bertajuk “Sejenak Sabda” kepada umat dan mahasiswa di lingkungan UST. Dalam kapasitasnya sebagai Pastor Mahasiswa, RD. Domincs menghadirkan pesan sederhana namun bermakna dalam menjawab panggilan hidup Kristiani.

Renungan ini berlandaskan bacaan liturgi hari biasa Pekan XVII, yakni Keluaran 32:15–24, 30–34 dan Matius 13:31–35, dengan penekanan pada makna kerajaan Allah yang tumbuh dari hal-hal kecil dan sederhana.

1. Menumbuhkan Kerajaan Allah Lewat Kebaikan Kecil

RD. Domincs mengajak umat untuk tidak menyepelekan hal-hal kecil dalam hidup, karena dari benih kebaikan yang sederhana, Kerajaan Allah bisa tumbuh dan hidup dalam diri setiap orang.

“Memberi sepotong roti mungkin tampak sepele, tapi di situlah benih kasih Allah ditanam. Mengunjungi orang sakit adalah hal biasa, tapi itu menumbuhkan Kerajaan Allah dalam kehidupan bersama,” ucapnya penuh kasih.

Ia mengajak umat untuk bertekun dalam kebaikan, meski dalam bentuk paling sederhana, karena kasih Tuhan tidak diukur dari besar kecilnya tindakan, melainkan dari ketulusan hati.

2. Jadilah Baik Lebih Dahulu: Agen Kerajaan Allah

Dalam bagian kedua renungannya, RD. Domincs menantang umat untuk tidak menunggu orang lain berbuat baik, tetapi menjadi yang pertama dalam memberi kasih dan harapan.

“Sebelum orang lain berbuat baik kepada kita, jadilah orang baik terlebih dahulu. Jadilah agen Kerajaan Allah yang membawa iman, pengharapan, kasih, dan sukacita kepada sesama,” ungkapnya.

Pesan ini menjadi sangat relevan di tengah masyarakat yang sering terjebak dalam logika timbal balik, padahal panggilan Kristiani adalah untuk memberi tanpa syarat, mengasihi tanpa pamrih.

3. Pengaruh Positif bagi Dunia: Hindari Dosa, Tebarkan Damai

Poin ketiga dari renungan RD. Domincs menyoroti pentingnya hidup yang menjadi pengaruh positif. Ia mengingatkan agar kita tidak menjadi sebab tersesatnya sesama.

“Jangan sampai hidup kita justru membawa sesama dalam kebingungan, keputusasaan, dan dosa. Jadilah pengaruh positif yang membawa mereka kepada damai dan keselamatan,” pesannya tegas.

Pastor muda ini mengajak seluruh umat, khususnya generasi muda, untuk menjadi cahaya yang menuntun, bukan bayangan yang membingungkan. Dalam dunia yang penuh guncangan, kesaksian hidup yang tulus menjadi kekuatan yang membawa harapan.

Doa yang Menutup, Kasih yang Mengalir

Renungan RD. Domincs ditutup dengan sebuah doa sederhana namun penuh harapan: “Ya Allah, berkatilah kami agar dapat menjadi sumber sukacita bagi sesama kami.”

Dengan salam kasih dan doa yang menyertai, ia menegaskan kembali komitmennya untuk melayani Tuhan dan sesama dari tanah rantau, membawa terang dari Tanimbar tercinta untuk dunia.

Pastor dari Tanimbar di Jantung Filipina

RD. Domincs Baldawins Masriat tak hanya hadir sebagai mahasiswa teologi di luar negeri. Ia adalah duta kasih dari Tanimbar, suara sabda yang hidup, menyampaikan pesan-pesan kehidupan kepada dunia yang haus akan kasih sejati.

Kiprahnya di Filipina menjadi kebanggaan Gereja Katolik Indonesia, sekaligus pengingat bahwa kebaikan tak mengenal batas geografis, ia bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari tindakan yang paling kecil.