April 24, 2026

Pastor Pius Heljanan, MSC: Setiap Orang Bernilai di Mata Tuhan

Oleh : joko

Refleksi Iman Pagi Bersama Pastor Pius: Jangan Remehkan Dirimu, Tuhan Telah Memberkati

Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat Syukuri Setiap Talenta yang Tuhan Percayakan, iman Tumbuh dari Proses, bukan dari Perbandingan, semua Orang Punya Nilai: Kembangkan Anugerah, Hindari Rasa Rendah Diri.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Senin pagi, 28 Juli 2025 — Dalam suasana tenang pagi di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Pastor Pius Heljanan, MSC menyampaikan sebuah renungan menyentuh yang menggugah semangat dan iman jemaat: “Dirimu Sangat Berarti Bagi Tuhan dan Sesama.”

Renungan ini bukan sekadar penguatan spiritual, tetapi juga sebuah seruan kasih dan pengharapan bagi mereka yang merasa kecil, tak berdaya, atau tidak cukup berharga di mata dunia.

Bijak Menyikapi Rasa Rendah Diri: “Dirimu Sangat Berarti”

Dalam pesannya, Pastor Pius mengangkat perumpamaan biji sesawi dan ragi seperti tertulis dalam Matius 13:31–35. Keduanya tampak kecil dan sederhana, tetapi saat difungsikan dengan baik, keduanya memberikan dampak yang luar biasa.

“Saudaraku, banyak anak Tuhan merasa tidak berarti. Selalu pesimis dan rendah diri. Tapi ingatlah, Yesus berbicara tentang biji sesawi dan ragi. Sesuatu yang kecil, bila digunakan dengan benar, bisa menghasilkan perubahan besar,” ucap Pastor Pius penuh keyakinan.

Jangan Bandingkan Dirimu: Setiap Anugerah Unik dan Berharga

Pastor Pius juga mengingatkan agar umat tidak terjebak dalam perbandingan diri dengan orang lain, sebuah kecenderungan yang seringkali membuat kita kehilangan rasa syukur.

“Kita mungkin bergumul karena merasa tidak memiliki kekayaan, kepandaian, atau keterampilan. Tapi setiap orang punya anugerah berbeda dari Tuhan. Kembangkan itu dengan syukur dan sukacita,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa iman sejati tumbuh melalui pergumulan hidup, dan potensi diri hanya akan matang jika difungsikan dengan benar dan sabar melalui proses.

Jalan Panjang Iman: Hindari Instan, Syukuri Proses

Pesan kuat lainnya dari Pastor Pius adalah menghindari pola pikir instan, yang seringkali hanya menawarkan kepuasan semu. Dalam konteks iman dan pertumbuhan pribadi, proses adalah bagian penting dari pemurnian dan pendewasaan.

“Hargailah setiap proses dalam hidupmu. Tuhan bekerja di dalamnya. Jangan tergoda oleh jalan pintas yang tampak mudah, tetapi kosong makna,” tuturnya lembut namun dalam.

Pelayanan dan Harapan: Dirimu Dibutuhkan Sesama

Renungan ini ditutup dengan ajakan untuk melihat diri sendiri sebagai pribadi yang dibutuhkan, bukan hanya oleh Tuhan, tetapi juga oleh sesama.

“Dirimu dibutuhkan oleh sesama. Jangan pernah ragukan arti kehadiranmu di dunia ini. Kamu adalah alat Tuhan yang hidup,” pesan penuh kasih dari Pastor Pius. 

Sebuah Refleksi Iman di Ujung Timur Nusantara

Dalam keheningan pagi yang dibalut semangat pelayanan, Pastor Pius Heljanan, MSC kembali mengajak umat untuk melihat ke dalam diri, menyadari nilai yang telah Tuhan tanamkan, dan tidak ragu untuk bertumbuh dalam kasih serta pelayanan.

Renungan ini bukan hanya penguatan rohani, melainkan juga sumber harapan di tengah banyaknya tantangan hidup yang dihadapi masyarakat saat ini, terutama di pelosok seperti Tanimbar.

“Jangan remehkan dirimu hanya karena dunia tidak melihatmu. Tuhan melihat, Tuhan menghargai, dan Tuhan memakai.”  Tutur Pastor Pius Heljanan, MSC menutup.