April 21, 2026

Jalan Hidup

Pujangga menyusuri jalur, sementara hidup terus berlalu.
Si kecil bertanya-tanya, apa nama jalur ini?
Yang ia lalui sejak lahir, tanpa peta atau petunjuk.
Kubuat kata-kata menjadi perjalanan.
Banyak batu, tanah, dan bayang.
Kenangan mengiris, mata kaki dan hati takkan pudar.
Mataku menembus kedalaman batu, di dalam gelap.
Lenyaplah kenangan dan sedikit harap bersinar dari ranting.
Daun dan kelopak mata, wajah ayu bak melati.
Meneteskan titik demi titik, lekuk-jalur dan lekukan.
Tubuh rapuh seperti pohon doyong, menatap tanah, papan.
Akarnya lemah, meski lentur, akan hujan dan panas.
Menyerah pun ia sulit, karena mata air terkuras.
Susah merembes, lalu napas terengah, terhimpit.
Tunas masih di atas, kadang menjadi jalur air jernih.
Embun pagi mengiringi jalur angin, menerobos, membimbing.
Tanpa batas-batas, mengarungi banyak jalan tembus.
Jika ini jalan menuju pergantian kulit dan nafas.
Bahkan kelahiran kembali jalan, terendus.
Menumbuhkan kerikil bersih.
Tanah pasir bersih, lapang, lebar-luas, dinanti.
Membentang, menerangi, kubiarkan jalanku menyongsongnya.
Seperti pelangi yang menyambut hujan.
28-7-2023

Jalan Hidup

Pujangga menyusuri jalur, sementara hidup terus berlalu.  
Si kecil bertanya-tanya, apa nama jalur ini?  
Yang ia lalui sejak lahir, tanpa peta atau petunjuk.  
Kubuat kata-kata menjadi perjalanan.  
Banyak batu, tanah, dan bayang.  
Kenangan mengiris, mata kaki dan hati takkan pudar.  
Mataku menembus kedalaman batu, di dalam gelap.  
Lenyaplah kenangan dan sedikit harap bersinar dari ranting.  
Daun dan kelopak mata, wajah ayu bak melati.  
Meneteskan titik demi titik, lekuk-jalur dan lekukan.  
Tubuh rapuh seperti pohon doyong, menatap tanah, papan.  
Akarnya lemah, meski lentur, akan hujan dan panas.  
Menyerah pun ia sulit, karena mata air terkuras.  
Susah merembes, lalu napas terengah, terhimpit.  
Tunas masih di atas, kadang menjadi jalur air jernih.  
Embun pagi mengiringi jalur angin, menerobos, membimbing.  
Tanpa batas-batas, mengarungi banyak jalan tembus.  
Jika ini jalan menuju pergantian kulit dan nafas.  
Bahkan kelahiran kembali jalan, terendus.  
Menumbuhkan kerikil bersih.  
Tanah pasir bersih, lapang, lebar-luas, dinanti.  
Membentang, menerangi, kubiarkan jalanku menyongsongnya.  
Seperti pelangi yang menyambut hujan.  
28-7-2023