May 6, 2026

“Jangan Bermental Kurang!” – Renungan Bermakna dari Pastor Pius Heljanan, MSC

Oleh : joko
Pastor Pius Heljanan, MSC: “Yesus sanggup memenuhi semua kebutuhan hidupmu.”

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Senin pagi, 4 Agustus 2025 – Di tengah keheningan pagi Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sapaan kasih datang dari mimbar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.

Pastor Pius Heljanan, MSC, yang kini menggembalakan umat sebagai Kuasi Paroki, menyampaikan renungan mendalam yang menggugah kesadaran spiritual umat tentang makna tulus dalam memberi.

Tuhan Bekerja dalam Hati yang Mau Berbagi

Mengangkat kisah mujizat penggandaan roti dan ikan dalam Injil Matius 14:13-21, Pastor Pius mengajak umat untuk tidak lagi memberi dengan pamrih atau perhitungan untung-rugi.

Ia menekankan bahwa tindakan memberi yang tulus dan didasari oleh iman sejati adalah kunci lahirnya mujizat dalam kehidupan.

“Kalian saja yang memberi mereka makan,” kutipnya dari sabda Yesus kepada para murid.

Pastor Pius menyampaikan bahwa banyak orang percaya masih terjebak dalam mentalitas kurang dan takut tidak cukup. Padahal, justru dalam keterbatasan itulah Tuhan menunjukkan kuasa-Nya.

Kutipan Renungan: “Jangan Bermental Kurang”

“Ada kuasa yang tak kelihatan dalam berbagi. Yesus adalah Tuhan yang sanggup memenuhi semua kebutuhan hidupmu. Orang beriman tidak boleh bermental kurang, tidak cukup, atau pesimis. Selalu milikilah harapan, karena Tuhan adalah penolong utama dalam hidup,” ujar Pastor Pius dalam renungan pagi itu.

Keterbukaan Hati & Kerja Sama: Jalan Menuju Mujizat

Lebih jauh, Pastor Pius menekankan bahwa iman yang sungguh-sungguh, hati yang terbuka, dan kerja sama yang tulus adalah fondasi utama hadirnya karya ilahi dalam keseharian. Bukan semata soal materi, tetapi lebih pada kepekaan terhadap kebutuhan orang lain.

“Milikilah kepekaan terhadap kebutuhan sesama. Jangan tunggu berlebih baru memberi. Dalam kekurangan pun, Tuhan tetap bisa bekerja lewat hatimu yang ikhlas,” tambahnya.

Refleksi di Tengah Hidup Modern

Pesan ini menjadi refleksi penting di tengah masyarakat modern yang kerap dibebani oleh prinsip transaksional. Ketika memberi dikaitkan dengan imbal balik, keikhlasan perlahan luntur.

Melalui pesan Injil yang dikemas dalam bahasa sederhana, Pastor Pius mengajak umat untuk kembali pada nilai-nilai dasar kekristenan: kasih, pengorbanan, dan iman.