“Jangan Takut, Tuhan Menolong Tepat Waktu” – Pesan Iman Pastor Pius Heljanan, MSC dari Tanimbar Selatan
Oleh : joko
Iman dalam Badai: Renungan Pagi dari Pastor Pius Heljanan di Paroki Lauran
Dari altar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC menyampaikan pesan keteguhan iman dalam menghadapi badai kehidupan. Sebuah refleksi yang menenangkan dan membangkitkan harapan di tengah kesulitan.
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 5 Agustus 2025 — Di pagi yang damai, dari altar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Pastor Pius Heljanan, MSC, memberikan sebuah permenungan mendalam yang menyejukkan jiwa, khususnya bagi umat yang tengah berjuang dalam badai kehidupan.
Dengan suara lembut namun penuh keyakinan, Pastor Pius membacakan kutipan dari Injil Matius 14:22-36 yang mengisahkan bagaimana Petrus mulai tenggelam ketika ia meragukan kuasa Tuhan.
“Saudaraku, ada anak-anak Tuhan yang karena ragu dalam beriman, tenggelam dalam badai pergumulan. Seolah hidupnya berakhir tanpa harapan untuk bangkit lagi,” ujar Pastor Pius dalam renungannya.
Di Tengah Badai, Tuhan Hadir
Dalam pesan spiritualnya, Pastor Pius menekankan bahwa Yesus tidak pernah membiarkan kita bergumul sendirian.
Ia senantiasa hadir, tepat pada waktunya. Ketika kita mulai meragukan kuasa Tuhan dan mulai tenggelam dalam masalah hidup, justru pada saat itulah tangan Tuhan terulur untuk menyelamatkan.
“Yesus meminta kita untuk setia percaya dan bersandar pada-Nya, di tengah badai hidup yang menerjang. Miliki iman yang teguh, setia berpaut pada-Nya dalam situasi apapun,” lanjutnya.
Pelajaran dari Petrus: Iman yang Teguh Menyelamatkan
Pastor Pius mengajak umat belajar dari pengalaman Petrus yang sempat ragu saat berjalan di atas air menghampiri Yesus.
Rasa takut dan ketidakyakinan membuatnya tenggelam. Namun ketika Petrus berseru minta tolong, Yesus segera mengulurkan tangan-Nya.
Pesan ini relevan bagi banyak umat yang tengah menghadapi tekanan hidup, beban ekonomi, pergumulan batin, atau tantangan keluarga.
Dalam refleksi Pastor Pius, iman bukan hanya soal percaya saat semuanya baik-baik saja, tapi tentang tetap berpaut pada Tuhan saat badai datang.
Pesan Harapan dari Ujung Tanimbar
Di wilayah pelosok seperti Desa Lauran, Kepulauan Tanimbar, pesan seperti ini sangat berarti. Pastor Pius tidak hanya memimpin umat dalam ibadah, tetapi juga hadir sebagai peneduh dalam perjalanan iman umatnya yang tak lepas dari kesulitan sehari-hari.
Dengan pendekatan humanis dan bahasa yang sederhana, pesan iman dari Pastor Pius menjadi sumber kekuatan bagi umat, terlebih mereka yang kerap merasa sendiri dalam pergumulan hidup.
“Mintalah pertolongan pada-Nya. Tangan-Nya akan terulur menyelamatkanmu,” tutup Pastor Pius.
Di balik kesunyian desa, dari altar kecil di Tanimbar Selatan, terdengar suara pengharapan yang besar. Pesan “Jangan takut, Tuhan akan menolong tepat pada waktunya” bukan sekadar kata, tapi pengingat bahwa dalam segala musim hidup, iman adalah jangkar yang meneguhkan hati.