Kasih Allah Selalu Menyertai: Renungan Pagi Bersama RD. Domincs di Filipina
Oleh : joko
Iman di Tengah Gelombang: Sebuah Renungan Pagi dari UST Manila
RD. Domincs Baldawins Masriat mengajak umat untuk tetap fokus pada Kristus dalam menghadapi badai kehidupan
http://suaraanaknegerinews.com | Central Seminary, UST Manila, Filipina – Pada Selasa pagi, 5 Agustus 2025, suasana hening menyelimuti kapel Central Seminary di Universitas Santo Tomas (UST) Manila.
Dalam kesyahduan liturgi harian, RD. Domincs Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, menyampaikan refleksi mendalam dalam rangkaian Sejenak Sabda.
Dengan suara tenang namun menggugah hati, RD. Domincs membawa umat merenungi kasih Allah yang tak pernah lelah menyertai manusia, terutama di saat badai hidup datang menerpa.
Bacaan Liturgi dan Pesan Ilahi
“Fokus pada Kristus, bukan pada gelombang”
Dalam liturgi hari biasa Pekan XVIII ini, dua bacaan utama diangkat:
- Bacaan I: Bilangan 12:1–13
- Bacaan Injil: Matius 14:22–36
RD. Domincs menyoroti kisah Petrus yang sempat berjalan di atas air tetapi kemudian tenggelam karena takut akan gelombang. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini bukan semata soal mujizat, melainkan tentang fokus iman.
“Iman kita akan goyah ketika kita lebih fokus pada masalah daripada Kristus,” ujarnya.
“Petrus tenggelam bukan karena gelombang, tetapi karena ia mengalihkan pandangan dari Yesus.”
Gelombang Hidup Tak Perlu Ditakuti
Tuhan selalu hadir di tengah badai
RD. Domincs mengajak umat untuk tidak terlampau takut menghadapi persoalan hidup. Ia mengingatkan bahwa setiap gelombang, sekecil atau sebesar apapun, dapat dilalui asal tetap percaya dan menatap Yesus sebagai pusat harapan.
“Jangan pernah takut menghadapi masalah. Fokuslah pada sabda-Nya, dan kita akan diselamatkan. Dia akan memampukan kita menyeberangi setiap gelombang itu,” katanya.
Saat Jatuh, Kembali PadaNya
Tuhan tak menolak mereka yang mau bertobat
Lebih jauh, dalam pesan penuh kasih, RD. Domincs menyampaikan bahwa kesalahan dan dosa bukan akhir dari perjalanan rohani. Justru dalam kelemahan itulah, manusia diajak kembali pada Sang Penyelamat.
“Jika kita terjatuh dalam dosa karena kesalahan kita, jangan pernah lupa untuk kembali pada Yesus. Dia tidak pernah menolak kita jika kita menyadari kesalahan dan mau kembali kepada-Nya,” tutur RD. Domincs dengan penuh empati.
Doa dan Salam Kasih dari Tanah Filipina
Menguatkan sesama umat dari jarak jauh
Renungan ini ditutup dengan doa sederhana namun menyentuh: “Ya Allah, tolonglah kami jika kami berada dalam gelombang masalah kehidupan kami.”
Tak lupa, RD. Domincs menyampaikan salam kasih dan doa bagi seluruh umat, baik yang hadir secara langsung maupun yang membaca refleksi ini dari jauh.
“Semoga kasih Allah memberkati kita selalu.” Salam kasih dan doa,
RD. Domincs Baldawins Masriat