April 21, 2026

Jejak Iman di Tanah Lourdes: Hari Ketujuh Ziarah Bersama RD. Ponsio Ongirwalu

Oleh: joko

Menyusuri Jalan Salib di Lourdes, Mengenang Kesederhanaan Santa Bernadette, Doa, Air Suci, dan Cahaya Lilin: Ziarah Kevikepan KKT-MBD di Tanah Bunda Maria

RD. Ponsio Ongirwalu, Vikep Kevikepan Kepulauan Tanimbar & Maluku Barat Daya, pimpin hari ketujuh perjalanan ziarah rohani menuju Lourdes, tempat suci penampakan Bunda Maria kepada Santa Bernadette.

http://suaraanaknegerinews.com | RD. Ponsio Ongirwalu, Vicaris Episcopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar & Maluku Barat Daya, bersama para peziarah melanjutkan perjalanan rohani pada hari ketujuh di kota suci Lourdes, Prancis, Minggu (07/10/26).

Hari itu dimulai dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang penuh khidmat, sebelum rombongan melangkah menuju Basilika Rosario Lourdes — pusat devosi umat Katolik dari seluruh dunia.

Selepas santap siang, rombongan mengikuti ibadah Jalan Salib (Via Dolorosa), merenungkan setiap perhentian sebagai bentuk syukur dan penyerahan diri.

Suasana hening dan doa menyelimuti langkah-langkah peziarah, terutama saat tiba di Grotto Massabielle, tempat suci di mana Santa Bernadette pertama kali melihat penampakan Bunda Maria.

Doa Pribadi dan Air Suci Lourdes

Di gua itu, para peziarah diberi kesempatan untuk berdoa pribadi, menyalakan lilin, serta mandi air suci Lourdes, yang diyakini membawa berkat penyembuhan bagi tubuh dan jiwa.

RD. Ponsio menegaskan, ziarah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk memperbarui iman dan komitmen hidup rohani.

“Setiap langkah di tempat ini adalah undangan untuk semakin dekat dengan Tuhan dan belajar dari kesederhanaan Santa Bernadette,” ujar RD. Ponsio dalam refleksinya.

Menapak Jejak Santa Bernadette

Peziarah juga mengunjungi Bolly Mill, rumah kelahiran Santa Bernadette Soubirous, gadis sederhana yang menjadi saksi penampakan Bunda Maria pada tahun 1858.

Bernadette lahir di tengah keluarga miskin, hidup dalam kesulitan, namun memiliki iman yang teguh dan hati yang murni.

Pada usia 14 tahun, ia menerima 18 kali penampakan Bunda Maria di Gua Massabielle. Pesan dari penampakan itu sederhana namun mendalam: pertobatan, doa, dan kasih.

Kesucian yang Tak Lekang Waktu

Setelah pengalaman rohaninya, Bernadette memilih hidup sebagai biarawati Kongregasi Suster Charity di Nevers. Ia mengabdikan diri bagi orang sakit hingga wafat pada 16 April 1879.

Atas keteladanan hidupnya, Paus Pius XI mengkanonisasi Bernadette pada 8 Desember 1933. Kini, ia dihormati sebagai pelindung orang sakit dan miskin, serta menjadi inspirasi bagi jutaan peziarah di Lourdes.

Cahaya Lilin di Malam Lourdes

Menutup hari, rombongan Kevikepan KKT–MBD mengikuti prosesi perarakan lilin (Candlelight Procession) di pelataran Lourdes. Ratusan cahaya lilin berayun lembut di bawah langit malam, seolah menyatukan doa seluruh dunia dalam satu nyala harapan.

Suasana hening, doa “Ave Maria” bergema, dan sinar lilin menjadi simbol iman yang tak pernah padam. “Salve Regina…,” terdengar lirih dari mulut para peziarah, menutup hari ketujuh dengan penuh syukur dan kedamaian.