May 2, 2026

Kabid Dikjar Tekankan MPLS “RAMAH” di SMA Negeri 1 Biak: Gerbang Adaptif, Aman, dan Berkarakter

Laporan Paulus Laratmse

Biak, 11 Juli 2025Suara Anak Negeri News.Com| Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025 resmi dibuka di SMA Negeri 1 Biak, Jumat (11/7), dengan semangat baru yang mengedepankan pendekatan edukatif dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pendidikan dan Pengajaran (Kabid Dikjar) Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor, Japosman Situmorang, S.Sos., MM.P, menegaskan pentingnya menjalankan MPLS sesuai prinsip “RAMAH” sebagai bagian dari implementasi Permendikbud No. 10 Tahun 2025.

Kegiatan pembukaan yang berlangsung meriah ini juga dihadiri oleh Kepala SMA Negeri 1 Biak, Rudolf A. Randongkir, S.Sos, beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan. Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, para siswa baru disambut sebagai anggota keluarga baru sekolah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah dirancang selama lima hari penuh.

Dalam sambutannya, Japosman Situmorang menekankan bahwa tagline “RAMAH” merupakan akronim dari Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis, dan menjadi panduan moral serta teknis dalam menyelenggarakan MPLS yang sehat, mendidik, dan menjauhkan dari praktik kekerasan atau perundungan. “MPLS bukan ruang perploncoan atau intimidasi, tetapi wadah pembentukan karakter dan penguatan relasi antarwarga sekolah sejak hari pertama siswa hadir,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa Responsif berarti sekolah harus peka terhadap kebutuhan dan emosi peserta didik baru. Sekolah wajib menyediakan ruang konseling dan bimbingan untuk membantu siswa menyesuaikan diri. Kegiatan seperti diskusi terbuka dan pengenalan lingkungan sekolah menjadi sarana untuk menunjukkan kepedulian tersebut secara konkret.

Aspek Akuntabel menekankan bahwa setiap aktivitas dalam MPLS harus dijalankan dengan tanggung jawab dan transparansi. “Semua bentuk kegiatan harus memiliki dasar hukum dan etika yang jelas, serta harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan administratif,” tegasnya. MPLS bukan kegiatan seremonial, melainkan langkah awal pembentukan watak pelajar yang jujur dan berintegritas.

Para Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Yang Baru, Sedang Mengikuti Pemaparan Materi Sesi Pertama (Pengenalan Lingkungan Sekolah)dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Biak Rudolf. A. Randongkir, S.Sos.

Dari sisi Melayani, Kabid Dikjar menggarisbawahi bahwa guru dan panitia harus menunjukkan keteladanan dalam pelayanan. Sekolah adalah rumah belajar, bukan institusi yang menakutkan. Murid baru harus merasa diterima dengan hangat dan didampingi dengan sabar dalam proses adaptasi mereka. “Pelayanan yang tulus akan membuka hati siswa untuk mencintai sekolahnya,” tambahnya.

Pada prinsip Adaptif, sekolah dituntut untuk terus mengikuti dinamika zaman. Kegiatan MPLS harus menggunakan pendekatan yang sesuai dengan generasi digital, dengan konten yang relevan dan sarana yang komunikatif. Hal ini mencakup pemanfaatan media audiovisual, teknologi, dan diskusi kontekstual tentang isu-isu kontemporer seperti literasi digital, dampak media sosial, dan ancaman perundungan daring.

Terakhir, Harmonis mengandung semangat kolaborasi dan kebersamaan. MPLS harus menciptakan iklim inklusif di mana siswa baru dan lama bisa bersatu dalam semangat toleransi dan saling menghormati. “Sekolah yang harmonis adalah sekolah yang menyemai nilai kasih, bukan kekerasan. Ini harus menjadi fondasi pembelajaran sepanjang tahun,” pungkas Japosman.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Biak, Rudolf A. Randongkir, menambahkan bahwa seluruh panitia MPLS di sekolahnya telah menjalani pelatihan khusus agar kegiatan yang dijalankan benar-benar ramah anak dan jauh dari kekerasan simbolik maupun fisik. “Kami ingin siswa baru merasa sekolah ini adalah rumah kedua. Ramah, hangat, dan aman,” tegasnya.

Dengan pelaksanaan MPLS berbasis prinsip “RAMAH”, SMA Negeri 1 Biak mengukuhkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi titik awal pembentukan generasi pelajar yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki integritas sosial yang kuat. Diharapkan, semangat ini menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Biak Numfor maupun Papua pada umumnya.