Kata dan Tindakan, Kunci Kepercayaan
Selamat Ulang Tahun Pernikahan Yang Ke-30 Paulus Laratmase, S.Sos.,M.M dan Ir. Lusia S. Kanan, M.P. Biak 26 November 1994-26 November 2024
Oleh: Paulus Laratmase
–
Pagi ini, saya dikirimkan kata-kata mutiara dari seorang sahabat karibku. Isi tulisan pada kolom Whattsap demikian berbunyi, “Kita dinilai dari apa yang kita ucapkan, tetapi kita dipercaya dari apa yang kita lakukan dan buktikan.”
Istilah “Kita dinilai dari apa yang kita ucapkan, tetapi kita dipercaya dari apa yang kita lakukan dan buktikan” menggambarkan perbedaan antara penilaian orang lain terhadap kita berdasarkan kata-kata yang kita sampaikan, dengan tingkat kepercayaan yang diberikan kepada kita yang lebih didasarkan pada tindakan dan bukti konkret dari apa yang telah kita lakukan. Secara sederhana, ungkapan di atas mengajak kita untuk memahami bahwa ucapan bisa menjadi sarana untuk menilai niat atau maksud kita, namun tindakanlah yang sebenarnya mencerminkan integritas dan konsistensi kita.
Ucapan Yang Dinilai
Ucapan atau kata-kata sering kali menjadi hal pertama yang digunakan orang untuk menilai seseorang. Ketika seseorang berbicara, orang lain akan mencatat dan menganalisis apa yang mereka katakan. Dalam banyak situasi sosial, kata-kata berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan pemikiran, perasaan, niat, dan tujuan kita. Oleh karena itu, orang sering menilai karakter dan integritas kita berdasarkan apa yang kita ucapkan.
Meskipun kata-kata sangat penting dalam berkomunikasi, mereka sering kali tidak cukup untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang siapa kita. Ucapan bisa saja bersifat retoris atau hanya sekadar formalitas.
Kadang, orang bisa mengucapkan hal-hal yang baik, tetapi tanpa komitmen nyata untuk mewujudkannya. Sebagai contoh, seseorang bisa mengatakan bahwa mereka peduli terhadap lingkungan dan mendukung keberlanjutan, tetapi jika tindakan mereka justru merusak lingkungan, maka perkataan tersebut akan tampak kosong dan tidak kredibel.
Di sisi lain, kata-kata juga bisa memberi kita kesempatan untuk menunjukkan pemahaman, pengetahuan, dan perspektif kita tentang berbagai isu. Oleh karena itu, meskipun ucapan penting sebagai bagian dari proses komunikasi dan penilaian, kata-kata sering kali hanya menjadi petunjuk awal, bukan penilaian akhir.
Lakukan dan Kerjakan
Sementara ucapan bisa digunakan untuk menilai apa yang kita pikirkan atau niat kita, kepercayaan lebih banyak datang dari tindakan kita. Tindakan mencerminkan niat yang sesungguhnya, serta komitmen dan usaha yang kita lakukan untuk mewujudkan apa yang kita ucapkan.
Kepercayaan bukanlah sesuatu yang dapat diberikan dengan mudah, melainkan harus dibuktikan melalui konsistensi dalam perilaku dan pencapaian nyata. Ketika seseorang berkata bahwa mereka akan melakukan sesuatu, tetapi tidak ada tindakan nyata yang terlihat, maka mereka akan kehilangan kepercayaan orang lain.
Dalam dunia profesional atau organisasi. Seorang manajer yang berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan melalui berbagai kebijakan, namun tidak melaksanakan kebijakan tersebut dengan baik, akan kehilangan kepercayaan dari tim atau karyawannya.
Sebaliknya, seorang pemimpin yang menunjukkan dedikasi melalui tindakan nyata, seperti mengurangi beban kerja yang tidak produktif atau memberikan peluang pengembangan bagi karyawan, akan lebih mudah dipercaya.
Dalam kasus ini, tindakan yang dilakukan bukan hanya mengonfirmasi komitmen yang diucapkan, tetapi juga menunjukkan bahwa pemimpin tersebut benar-benar peduli dan berusaha memberikan yang terbaik.
Kepercayaan juga sering kali didasarkan pada rekam jejak dan konsistensi dalam melakukan sesuatu. Misalnya, dalam hubungan pribadi atau profesionalitas, seseorang yang terus-menerus menunjukkan integritas, kejujuran, dan kemampuan untuk memenuhi janji-janji mereka akan lebih dihargai dan dipercaya oleh orang lain.
Hal ini juga berlaku dalam dunia sosial dan politik. Seorang politisi yang berjanji untuk memperbaiki kondisi sosial atau ekonomi, namun tidak memiliki bukti nyata dari pencapaian tersebut, sering kali akan dianggap tidak dapat dipercaya.
Sebaliknya, seorang yang secara konsisten melaksanakan program atau kebijakan yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat akan lebih mudah mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari rakyat.
Penting untuk dipahami bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja hanya karena kata-kata atau janji. Kepercayaan membutuhkan waktu untuk dibangun, dan itu datang dengan konsistensi dalam tindakan. Ketika kita melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan berhasil membuktikannya melalui hasil, orang lain akan lebih cenderung untuk mempercayai kita.
Tindakan yang berulang-ulang dan teruji menunjukkan bahwa kita dapat diandalkan, sehingga kepercayaan tersebut menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama.
Kesimpulan
Meskipun kita sering dinilai dari apa yang kita katakan, kepercayaan sejati hanya bisa didapatkan melalui tindakan dan bukti nyata. Kata-kata mungkin bisa memberi petunjuk awal tentang karakter seseorang, tetapi untuk membangun hubungan yang kuat dan dihargai oleh orang lain, kita perlu menunjukkan integritas dan konsistensi melalui tindakan.
Tanpa bukti nyata dari apa yang kita lakukan, kata-kata akan sulit untuk dipercaya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kepercayaan yang sejati, kita perlu lebih banyak berbicara dengan tindakan daripada hanya melalui kata-kata semata.
Happy Wedding Anniversary to Paul and Lucy, November 26th, 1994 – November 26th, 2024. Love is Eternal, Now and Always. Amen.