April 22, 2026

Kesetiaan kepada Allah di Tengah Godaan Duniawi: Pesan RD. Domincs Baldawins Masriat dari UST Manila

Oleh: joko

Di hadapan komunitas mahasiswa dan umat Katolik di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina, RD. Domincs Baldawins Masriat asal Kepulauan Tanimbar, Maluku, Indonesia, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kesetiaan kepada Allah di tengah godaan kekayaan dan jabatan.

http://suaraanaknegerinews.com | Central Seminary UST Manila, Filipina, pada Minggu, 21 September 2025, menjadi saksi akan sapaan rohani penuh makna dari RD. Domincs Baldawins Masriat. Imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia, yang kini mengemban tugas sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, memimpin renungan bertajuk Sejenak Sabda dengan ajakan humanis dan reflektif.

Dengan suara teduh dan penuh kehangatan, RD. Domincs membuka permenungan, “Semoga kasih Allah memberkati kita selalu.” Sabda ini menjadi pengantar bagi para mahasiswa, umat, dan komunitas seminari untuk merenungkan bacaan liturgi Hari Minggu Biasa XXV:

  • Bacaan I: Amsal 8:4-7
  • Bacaan II: 1 Timotius 2:1-8
  • Bacaan Injil: Lukas 16:1-13

Kesetiaan yang Tidak Setengah-Setengah

Dalam pesannya, RD. Domincs menegaskan betapa mudahnya manusia tergoda untuk tidak setia dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa kesetiaan kepada Tuhan tidak boleh bersifat setengah-setengah.

“Terkadang kita berkata setia kepada Tuhan, tetapi di sisi lain kita memuliakan uang dan jabatan. Kita lebih terarah pada harta kekayaan daripada pada panggilan untuk setia kepada Allah,” ujarnya.

RD. Domincs menyebut bahwa ketidaksetiaan ini sering terlihat dalam berbagai bentuk: ketidakjujuran dalam mengelola uang, ketidakadilan dalam harta bersama, sikap serakah, dan keengganan untuk berbagi dengan sesama. “Uang menjadi yang utama dan bukan Tuhan,” tegasnya, mengajak umat untuk kembali menempatkan Allah di atas segalanya.

Ajakan untuk Mengutamakan Allah

Melalui bacaan Injil Lukas 16:1-13, Yesus mengajak umat-Nya untuk menjadikan Allah sebagai sumber dan tujuan hidup. RD. Domincs menekankan bahwa menjadikan kekayaan atau mamon sebagai pusat hidup hanya akan membawa manusia pada keserakahan, ketidakjujuran, dan ketidakadilan.

“Jika mamon dijadikan tujuan, kita mudah terjerumus dalam dosa. Kita bisa menjadi pelit terhadap sesama, tidak adil dalam mengelola harta, dan kehilangan kejujuran. Oleh karena itu, hendaklah kita hidup penuh kesetiaan kepada Allah,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Doa dan Salam Kasih

Mengakhiri renungannya, RD. Domincs mengajak umat untuk bersama-sama berdoa:
“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu hidup di dalam kesetiaan kepada-Mu.”

Ia menutup dengan sapaan hangat, “Salam kasih dan doa,” menyiratkan kerendahan hati seorang gembala yang selalu mendoakan umatnya, baik di kampung halaman Tanimbar maupun di tanah perantauan Manila.

Pesan RD. Domincs Baldawins Masriat ini bukan hanya relevan bagi umat Katolik, tetapi juga menjadi cermin universal tentang kesetiaan, kejujuran, dan keberpihakan pada nilai-nilai kebenaran di tengah dunia yang kerap mengagungkan materi.

Dalam kesederhanaannya, renungan ini menjadi pengingat bahwa kasih Allah senantiasa mengalir, menuntun manusia untuk menapaki jalan kebenaran.