April 23, 2026

Ketua LP3KD Papua Barat Resmi Membuka Coaching Clinic Pelatih Paduan Suara Gerejani Manokwari

Laporan Milton De Holet

Manokwari – suaraanaknegerinews.com| Coaching Clinic Pelatih Paduan Suara Gerejani Katolik Kabupaten Manokwari resmi dibuka Jumat (29/8) di Aula Paroki Santo Agustinus Ko-Katedral Manokwari. Kegiatan selama dua hari ini (29-30 Agustus 2025) mengangkat tema “Sukacita dan Semangat Pelayanan Lewat Paduan Suara” sebagai bagian dari pemantapan pelayanan musik liturgi dan persiapan Pesparani Nasional 2026.

Acara diawali Misa Kudus yang dipimpin Pastor Paroki RD. Yanuarius Vaenbess. Dalam homilinya, Romo menekankan bahwa seperti Santo Yohanes Pembaptis yang setia dalam pewartaan, pelayan musik liturgi dipanggil untuk melayani dengan ketekunan dan kesetiaan lewat suara dan nyanyian yang membawa umat masuk suasana doa.

Ketua Panitia sekaligus Ketua LP3KD Manokwari, Ivanna Paula Roring, menyatakan:

“Kami melaksanakan coaching clinic ini secara swadaya, karena pelayanan liturgi tidak boleh berhenti. Pembinaan pelatih paduan suara sangat penting agar pelayanan musik di gereja semakin berkualitas dan bermakna secara rohani. Ini juga bagian dari persiapan menyambut Pesparani Nasional tahun depan.”

Ketua LP3KD Manokwari, Ivanna Paula Roring

Pastor Paroki juga memberi dukungan dan harapan agar pelatihan menjadi ruang pembinaan iman melalui musik yang dilayani dengan semangat dan ketulusan hati.

Pembukaan resmi dilakukan Ketua LP3KD Papua Barat, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, dengan menabuh tifa. Ia memberi apresiasi atas konsistensi LP3KD Manokwari dan mengutip Santo Agustinus:

“Saya mengingatkan kembali kata-kata Santo Agustinus, Qui bene cantat bis orat — menyanyi dengan baik adalah berdoa dua kali. Pelayanan musik ini sangat penting bagi hidup liturgi dan iman umat. Saya mendorong para Pastor Paroki agar aktif mengajak umatnya berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini.”

Ia juga mengingatkan agar pelayanan tidak semata-mata dikejar karena ajang lomba dengan biaya besar:

“Jangan berpikir seperti saat lomba, masing-masing cari tahu pakaian paduan suara yang lain siapa yang punya lebih bagus sehingga cenderung fokus pada busana daripada paduan suara itu sendiri.”

Kegiatan diikuti hampir 50 peserta dari paroki dan stasi di Manokwari, terdiri pelatih paduan suara dan aktivis liturgi. Narasumber Budi Santoso Yohanes membawakan materi karakter psikologi paduan suara anak, remaja, dewasa, teknik vokal, mengenal komposisi Baroque dan Klasik, bedah lagu lomba, serta teknik dirigen dan praktik pelatihan efektif.

Turut hadir Ketua DPD Vox Point Papua Barat dan Anggota DPR Papua Barat, Xaverius Kameubun, S.H., Ketua Dewan Paroki Ko-Katedral Santo Agustinus, Ketua Kaum Bapa St. Agustinus, Perwakilan WKRI, Suster dan Frater, serta tokoh umat lainnya.

Dengan semangat bersama dan komitmen pelayanan kuat, coaching clinic ini diharapkan mencetak pelatih paduan suara yang mahir teknik sekaligus matang spiritual, menghadirkan liturgi yang hidup, dan menyongsong Pesparani Nasional 2026 dengan kesiapan terbaik.