Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang)
Ilustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) "Dua Bahtera Usia Senja". Sumber gambar: Starcom Indonesia's Artwork No. 400 by AI
Dua Bahtera Usia Senja
/1/
Dua Bahtera Usia Senja
Oleh Leni Marlina
Kau bertanya tentang cinta?
lihatlah kami,
dua bahtera senja di ujung pantai,
tak lagi gagah, hanya rangka yang mendesah,
ditopang angin yang tahu nama kami,
ditemani laut yang tak pernah lupa menelan mimpi.
Kulit kami dikerat waktu,
papan-papan lapuk menyimpan cerita badai,
tapi lihatlah—kami masih di sini,
berdiri, saling menopang,
seperti rindu yang tak mau mati.
Kami bukan pelaut muda dengan layar megah,
kami hanya sepasang bahtera renta,
yang saling menutupi retak,
saling menambal lubang di dada.
Saat ombak datang menguji,
kami tak runtuh—kami bersandar,
membagi beban yang tak tertanggung sendiri,
sebab bertahan adalah seni berbagi.
Dalam tubuh yang rapuh ini,
kami menemukan kekuatan—
bukan untuk sempurna,
tetapi untuk tetap bersama,
hingga sisa usia kami
berubah menjadi cerita.
Kami, dua bahtera tua usia senja,
bagi kami cinta bukanlah kilau baru,
melainkan kekuatan menjadi tiang,
di tengah badai yang melumat segalanya.
Padang, Sumbar, 2011
/2/
Metamorposis Dua Bahtera
Oleh Leni Marlina
pada tulang garam yang mengejang,
dua bahtera mengupas kulit laut:
bukan kapal, bukan puing,
hanya sisa gigil yang menua di ujung pantai.
tulang rusuk mereka bersilang,
melilit seperti akar yang lupa tanah—
kamu sebut itu rindu,
tapi siapa yang tahu bagaimana rindu
bernapas tanpa tenggelam?
ini bukan nostalgia,
tapi keretakan yang dipahat waktu.
dua bangkai mengangkat retak masing-masing,
seperti paru-paru yang berbagi udara terakhir,
memahami bahwa rapuh
adalah bentuk baru kekuatan.
kapal-kapal ini pahlawan?
tidak.
mereka adalah elegi yang gagal dirapalkan,
puisi garam yang mencambuk namamu
ke pasir dan lenyap.
langit berwarna nisan,
dan dua bahtera itu membentur bisu:
cinta adalah bahasa kayu,
patah, tapi selalu berakar.
bukan sempurna, bukan abadi,
hanya ada. hanya bertahan.
Padang, Sumbar, 2011
/3/
Sepasang Bahtera di Ujung Waktu
Oleh Leni Marlina
Kau bertanya tentang hidup?
Lihatlah dipinggir pantai ini,
di mana waktu merajut sunyi,
dua bahtera,
tubuhnya renta,
saling bersandar,
kulit kayunya keropos, memeluk garam yang menusuk,
namun mereka berdiri, merajut kekuatan dari rapuhnya diri.
Angin berbisik tentang samudra yang dulu mereka taklukkan,
ombak menceritakan badai yang tak lagi mengancam,
dan kini, mereka adalah monumen sunyi—
pengingat bahwa perjalanan adalah soal bertahan.
Tak ada kesempurnaan di tubuh mereka yang koyak,
hanya kenangan yang mengisi retakan,
dan saling topang di sisa-sisa usia,
mencipta harmoni di tengah ketidaksempurnaan.
Hidup, seperti kapal tua,
bukan tentang kilauan baru atau kejayaan yang utuh,
tapi tentang berbagi beban di tengah badai,
menemukan indahnya kebersamaan dalam setiap luka.
Di tepi pantai ini,
dua bahtera di ujung waktu,
bukan sekadar bangkai yang tersisa,
mereka adalah kisah tentang ketahanan dan cinta sejati,
yang terus bertahan meski dunia beranjak pergi.
Padang, Sumbar, 2011
———-
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2011. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat):
Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://shorturl.at/2eTSB & https://shorturl.at/tHjRI;
(4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.