Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang) “Di Bawah Payung Rimbun Akasia”
Ilustrasi Puisi Leni Marlina (Padang) "Di Bawah Payung Rimbun Akasia". Sumber gambar: Starcom Indonesia Artwork No. 404 by AI
/1/
DI BAWAH PAYUNG RIMBUN AKASIA
Puisi Oleh Leni Marlina
Engkau menanyakan isi hatiku tentang dirimu.
Engkau bagaikan akasia,
daunmu seperti lidah api yang beraksi,
seolah ingin menyentuh langit dengan ambisi tak terhingga,
melindungi dunia kecil dari panas terik,
seperti pelindung yang diam namun menjalar.
Engkau laksana pelukan raksasa
yang tak tampak,
mengayomi bumi dengan nafas yang tak kasat mata,
memeluk tanah dengan ciuman akar
yang merayap seperti jejak waktu.
Engkau mengajarkan bahwa kekuatan akasiamu,
adalah bayangan yang mampu menelan
panas mentari tanpa terbakar,
mengajarkan dunia
untuk hidup tanpa mengharapkan sorak.
Padang, Sumbar, 2001
/2/
DI KEHENINGAN BAMBU
Oleh Leni Marlina
Jangan engkau ragukan dirimu di mataku,
engkau bagaikan bambu,
tubuhmu seperti jalan sunyi yang menusuk langit,
kosong namun penuh
seperti ruang yang menunggu diisi oleh takdir.
Engkau bagaikan suara angin yang berbisik lewat,
membawa rahasia dunia yang terlupakan,
membiarkan setiap rantingmu
menjadi saksi sunyi dari segala perubahan.
Engkau mengajarkan bahwa lenturmu
adalah kekuatan yang menundukkan badai
tanpa suara,
tanpa amarah,
hanya melalui kesunyian
yang lebih bergetar daripada guntur.
Padang, Sumbar, 2001
/3/
DI DALAM PELUKAN ROTAN
Oleh Leni Marlina
Seringkali engkau menanyakan,
bagaimana aku belajar darimu,
bagiku engkau bagaikan rotan,
melilit dunia dengan cengkeraman yang tak kasat mata,
menyusun waktu dalam simpul tak terhingga,
membungkus segala yang rapuh,
dengan pelukan yang tak pernah lepas.
Engkau bagaikan aliran tak terlihat
yang mengikat segala yang terpisah, lilitanmu berbunyi dan
menggema di ruang hampa,
menghimpun yang terabaikan menjadi utuh.
Engkau mengajarkan bahwa kekuatan
terdapat pada ikatan yang tak pernah melawan,
pada pelukan yang tak pernah berakhir,
bahwa terkadang, hanya dengan melilit
kita bisa menciptakan dunia yang lebih kuat.
Padang, Sumbar, 2001
/4
DI LEMBUT SENTUH KAPAS
Oleh Leni Marlina
Engkau tersenyum puas,
saat aku menyebut dirimu bagaikan kapas.
Engkau terang dan lembut, namu membawa hitam dan berat dunia,
serat-seratmu seperti awan yang tak pernah runtuh,
membawa hujan yang tak tampak
namun membasahi bumi dengan kesegaran.
Engkau bagaikan sentuhan mimpi,
tak terlihat namun terasa dalam setiap hela nafas,
engkau adalah belai halus yang meredakan luka
tanpa kata, tanpa janji.
Engkau mengajarkan bahwa kelembutan
seperti air yang menenangkan,
bahwa dalam sentuhan yang lembut,
kita menemukan kekuatan yang lebih besar
daripada teriakan apa pun.
Padang, Sumbar, 2001
/5/
DI PATAHNYA DAHAN KAYU MANIS
Oleh Leni Marlina
Engkau berteriak histeris,
saat aku katakan,
engkau bagaikan kayu manis,
tubuhmu seperti doa yang terbakar,
retakan di tubuhmu memercikkan aroma,
seperti magma yang mengalir dari luka tak terlihat.
Engkau laksana api yang tak pernah mati,
menghangatkan dunia dengan rasa yang terbakar,
semua patahanmu adalah awal
dari harum yang lebih dalam.
Engkau mengajarkan bahwa luka
adalah aroma yang tak bisa dibuang,
bahwa kehancuran bukanlah akhir,
melainkan titik awal
dari keberanian,
yang tak bisa dihentikan.
Padang, Sumbar, 2001
—————
Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2001. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.
Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.
Leni juga mendirikan dan memimpin sejumlah komunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat):
Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://shorturl.at/2eTSB & https://shorturl.at/tHjRI;
(4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.