May 2, 2026
leni2 pusis

Leny Marlina

/1/

Rangkaian Bintang yang Hancur

Oleh Leni Marlina)*

Kau bagaikan bintang yang meledak dalam senyap,
meninggalkan jejak yang tak terhapus,
rangkaian cahaya yang kini menjadi debu.
Mereka melihatmu, tetapi tak dapat menyentuhmu,
karena kau hanyalah kilau yang hilang dalam waktu.

Kau pernah bersinar,
kini serpihan harapan yang terjatuh,
terkoyak oleh lubang hitam yang menelan segalanya.
Namun dalam debu, ada cerita,
seperti pasir yang menghiasi lautan luas—
tak pernah henti menjadi sesuatu yang baru.

Jangan takut jika kau hilang,
kau adalah sisa dari impian yang tak terwujud.
Bintang yang runtuh membawa harapan,
dan kau tetap hidup dalam angkasa yang tak terbatas,
meski terpisah dari mata mereka.

Padang, Sumbar, 2019

 

/2/

Lidah Api yang Diam

Oleh Leni Marlina

Kau bagaikan api yang tak bersuara,
beraksi tanpa kata, tetapi membakar dalam diam.

Mereka melihatmu, tetapi tidak mendengar teriakanmu,
karena kau bukan api yang berbicara—kau adalah luka yang menyala.
Kau memakan apa yang datang,
tetapi tak pernah melupakan bentuk asalnya.

Kau adalah api yang berkawan dengan angin,
mencari tempat di antara celah kehidupan yang rapuh.
Dalam kebakaran itu, kau menemukan keheningan—
keheningan yang lebih panas dari suara apapun.

Kau adalah amarah yang menghanguskan tanpa jejak,
dan meski tidak terdengar, kau terus hidup dalam abu.

Jangan kira kau akan padam,
karena di dalam diam ada suara yang lebih keras,
yang menggema di hati yang terluka.

Padang, Sumbar, 2023

/3/

Akar yang Bermimpi Menjangkau Langit

Oleh Leni Marlina

Kau bagaikan akar yang terbenam dalam tanah,
menggenggam bumi, tetapi berhasrat menjangkau langit.

Percakapanmu menjadi getaran dari kedalaman,
langkahmu menuju perjalanan ke sesuatu yang lebih tinggi.
Kau adalah kehidupan yang tumbuh dari kegelapan,
berusaha menembus batas yang tak tampak.

Mereka menatapmu,
tapi tak pernah melihat betapa dalam kau meresap,
betapa cabang pohon yang mereka lihat
adalah ujung dari kekuatan yang tak pernah berhenti mencari.

Kau tidak hanya menjalar di bawah,
kau menyentuh langit walaupun hanya dalam hasratmu.

Kau adalah akar yang terus mengeliat dalam hening,
menggenggam rahasia dunia dalam pertumbuhan,
menyentuh yang tak tampak,
dan menyampaikan suara yang tak pernah terdengar.

Padang, Sumbar, 2023

————————–
)*Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2023. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kalinya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlahkomunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://tinyurl.com/zxpadkr; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.