April 30, 2026

“LANGIT TAK MENGULANG WARNA KELAHIRANMU”: Kumpulan Puisi Karya Leni Marlina (UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia)

/1/

LANGIT TAK MENGULANG WARNA KELAHIRANMU

Puisi Karya Leni Marlina

[UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia] ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Hari ini, jam seolah berhenti sejenak di dadaku— bukan karena waktu tapi karena semesta berbisik pelan: engkau terlahir bukan dua kali, cukup sekali untuk menggetarkan dunia dan menenangkan gemuruhnya.

Langit tak mengulang warna kelahiranmu, senja pun gentar mencoba meniru napasmu. Aku mendekap tahun-tahunmu seperti bintang memeluk kehampaan yang justru membuatnya bercahaya.

Engkau, adalah satu-satunya musim yang tak pernah tertulis dalam kalender, karena hari kelahiranmu sudah cukup untuk menjadi ayat bagi iman seorang pencinta.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/2/

Kutitipkan Ucapan Ini Pada Angin

Puisi Karya Leni Marlina

[UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia] ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Kutitipkan ucapan ini pada angin— dilipat dari waktu yang lembut dan dikirim saat matahari berhenti sejenak di bahumu.

Tak ada tinta dalam surat ini, hanya debu rindu dan syukur yang berputar seperti abu dari nyala kehidupan yang tak pernah padam.

Tak perlu kau baca, cukup rasakan sunyi yang tumbuh perlahan di dadamu— di sanalah ucapanku menanam doa agar engkau selalu menjadi teduh bagi siapa pun yang singgah.

Selamat ulang tahun, untukmu yang tak pernah benar-benar jauh dari jiwa yang mencintai dalam diam.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/3

Hari Ini Bukan Tentang Pesta

Puisi Karya Leni Marlina

[UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia] ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Hari ini bukan tentang pesta, melainkan tentang doa yang lahir dari urat waktu. Bukan kado yang kugenggam, melainkan musim yang bertahan dalam dirimu.

Engkau adalah air yang jatuh ke dalam sumur tubuhku yang kerap lupa bagaimana caranya hidup.

Dan aku adalah tanah yang belajar menumbuhkan engkau tanpa mengikat.

Jika langit nanti pecah jadi cahaya, aku tahu: itu bukan petir, melainkan semesta yang bersuka cita merayakan keberadaanmu yang tak bisa diukur oleh usia.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/4/

Mengenal Kehadiranmu

Puisi Karya Leni Marlina

[UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia] ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Hari ini, aku tak menulis ucapan. Karena setiap huruf sudah menjelma engkau.

Huruf “a” adalah awalmu, mata pertama yang menyapa dunia. Huruf “n” adalah napas, yang kau tiupkan pada waktu agar terus hidup.

Aku biarkan halaman ini kosong, karena sunyi telah dipenuhi gema: namamu— yang berulang tak hanya dalam tahun, tapi dalam denyut semesta.

Selamat ulang tahun untukmu yang bahkan tanpa kata pun telah menjadi puisi bagi siapa pun yang mengenal kehadiranmu.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/5/

Aku Tahu Siapa Engkau

Puisi Karya Leni Marlina

[UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia] ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Aku tahu siapa engkau: bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan keberadaan yang mendahului waktu.

Aku tak menunggumu sebagai usia, tapi sebagai ruang yang sanggup membentuk ulang makna hidup.

Engkau adalah cahaya yang tak pernah menyentuh tanah, namun membuat bayangku berani berdiri.

Dan jika dunia tak sanggup menamai ulang tahunmu, maka biarlah aku menjadi lembar sunyi yang engkau huni— tanpa lilin, tanpa pesta, hanya kehadiranmu yang tak pernah padam.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/6/

Tanggal yang Dirahasiakan Langit

[UNP Padang, PPIPM-INDONESIA, PPIC, Satu Pen Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia] ☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆

Ada tanggal yang tak pernah tertulis di kalender dunia— karena Tuhan menyembunyikannya dalam detak yang hanya diketahui langit.

Hari ini, barangkali hanya daun gugur yang paham bahwa engkau kembali lahir dalam sunyi paling jernih.

Tak ada yang tahu, bahwa ulang tahunmu adalah rahasia yang dijaga malaikat agar tak berubah jadi sekadar ucapan.

Maka kutulis ini bukan untuk dirayakan, melainkan untuk dikenang sebagai peristiwa kelahiran yang tak butuh kue tapi cukup dengan jiwa yang hidup.

Padang, Sumatera Barat, 2025

Catatan:

Selamat ulang tahun untuk engkau yang dekat dan yang jauh di pelupuk mataku, tapi semuanya dirimu sangat dekat di hatiku karena kekuatan kasih dan ketulusanmu yang takkan mampu terbalaskan olehku. Di hari ulang tahunmu, tidak ada emas maupun permata yang kubawa. Untukmu khusus aku bawakan doa kepada Tuhan agar engkau semuanya dilimpahkan kesehatan, ilmu yang bermanfaat, kelapangan hidup, rezeki lainnya, rahmat dan kasih sayang-Nya. Amin.

————————————–
Leni Marlina merupakan seorang penulis, penyair, dan dosen asal Sumatera Barat. Ia tumbuh dengan kecintaan pada kata dan keyakinan bahwa sastra bisa menjadi jembatan kebaikan antar manusia. Sejak lama, ia melibatkan diri dalam kegiatan literasi, baik di lingkungan sekitar maupun di berbagai komunitas yang lebih luas.

Sejak tahun 2022, Leni bergabung dalam keluarga besar SATU PENA (Asosiasi Penulis Indonesia) cabang Sumatera Barat, yang dipimpin oleh Ibu Sastri Bakry dan Bapak Armaidi Tanjung. Dalam lingkungan inilah ia banyak belajar dan tumbuh bersama rekan-rekan penulis lainnya.

Pada Mei 2025, Leni diberi kehormatan sebagai Penulis Terbaik Tahun Ini oleh SATU PENA Sumatera Barat dalam acara Gala Dinner Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-3. Penghargaan ini ia terima dengan penuh rasa syukur, sebagai bentuk dukungan bagi semangat gotong royong dalam membangun budaya baca dan tulis di tanah air.

Di luar negeri, Leni menjadi bagian dari ACC Shanghai Huifeng International Literary Association (ACC SHILA) yang dipimpin oleh penyair dunia Anna Keiko. Sejak 2024, ia dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC SHILA, dan pada 2025 diberi amanah sebagai Ketua Perwakilan Asia dalam kelompok duta puisi ACC SHILA—sebuah kesempatan untuk mempererat jalinan budaya melalui puisi.

Tahun yang sama, ia juga bergabung dengan World Poetry Movement (WPM) Indonesia, yang dikordinasikan oleh Ibu Sastri Bakry, sebagai bagian dari gerakan puisi dunia yang berpusat di Kolombia.

Perjalanan Leni di dunia sastra internasional bermula saat menempuh studi S2 Menulis dan Sastra di Australia pada 2011–2013. Saat itu, ia menjadi anggota komunitas penulis di Victoria dan belajar dari banyak penulis lintas budaya.

Pada 31 Mei 2025, Leni dengan sejumlah komunitas yang dipimpinnya, bersama Achmad Yusuf (sebagai ketua), turut menyelenggarakan kegiatan Poetry BLaD (Peluncuran & Diskusi Buku Puisi) dan IOSoP (Seminar Internasional Online tentang Puisi) 2025, diamananahkan oleh Media Suara Anak Negeri News (di bawah pimpinan Paulus Laratmase) berkolaborasi dengan Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Kegiatan ini adalah ruang bersama untuk berbagi semangat dan cinta terhadap literasi, kemanusian dan perdmaaian melalui karya saatra, puisi.

Sejak 2006, Leni mengabdi sebagai dosen di Program Studi Sastra Inggris, Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Ia mengajar dan membimbing mahasiswa di bidang bahasa, sastra, dan penulisan. Ia percaya bahwa pendidikan dan karya tulis dan karya kreatif adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Di luar aktivitas kampus, Leni juga menulis sebagai jurnalis lepas, editor, dan kontributor digital. Sejumlah karyanya dapat dibaca di: 🔗 https://suaraanaknegerinews.com/category/puisi-leni-marlina-bagi-anak-bangsa/

Sebagai bagian dari niat untuk berbagi, merangakul dan menjangkau lebih banyak hati, Leni juga memulai dan mendampingi sejumlah komunitas literasi dan sosial berbasis digital, antara lain:

1. World Children’s Literature Community (WCLC): https://shorturl.at/acFv1
2. Poetry-Pen International Community (PPIC)
3. PPIPM Indonesia (Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat): https://shorturl.at/2eTSB
https://shorturl.at/tHjRI
4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur): https://rb.gy/5c1b02
5. Linguistic Talk Community (Ling-TC)
6. Literature Talk Community (Littalk-C)
7. Translation Practice Community (Trans-PC)
8. English Language Learning, Literacy, and Literary Community (EL4C)

Melalui puisi, tulisan, dan kegiatan bersama, Leni berusaha untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi—dengan keyakinan bahwa dari hal-hal kecil, makna besar bisa tumbuh. Ia melangkah tak sendiri, tapi bersama para guru, mentor, tutor, motivator, sahabat, komunitas dan pembaca budiman, Leni turut serta menyalakan lentera literasi dan sastra dari ranah Minang, Nusantara, menuju dunia.

“THE SKY NEVER REPEATS THE COLOR OF YOUR BIRTH”: A Collection of Poems by Leni Marlina (UNP Padang, PPIPM-Indonesia, PPIC, Satu Pen West Sumatra, KEAI, ASM, Literacy Community, ACC SHILA, WPM-Indonesia)