May 10, 2026

Lautan Cinta Orangtua: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM – Indonesia, Satu Pena Sumbar)

l1

Illustration for the Poems Collection "The Ocean of Parental Love" by Leni Marlina Image Source: Starcom Indonesia's Artworks No. 935-6, Assisted by AI.

/1/

Lautan Cinta Orangtua

Puisi: Leni Marlina

Nak, kau laksana kapal yang yang mengarungi saudera,
dengan doa kami menjadi layar penuntun.
Laut ini luas, tak bertepi,
tapi cinta kami lebih dalam dari samudra yang kau arungi.

Ketika badai mencabik layarmu dan mengacaukan arahmu,
ingatlah pelukan dermaga kami,
yang menanti tanpa pamrih,
dengan sabar seperti matahari yang kembali setiap pagi.

Kami tak meminta kau pulang selalu,
hanya berharap hatimu tahu,
bahwa ombak kami akan mendorongmu maju,
hingga kau temukan pulau kebahagiaanmu.

Bali, 2013

/2/

Di Antara Bintang dan Hujan

Puisi: Leni Marlina

Bintang-bintang berguguran di atas kepalamu, nak,
seperti kelopak cinta kami yang terbang ke arahmu.
Hujan jatuh, menyeruak ke dalam tanah di mana kau berdiri,
tapi kami tetap menjadi akar,
mengikat dunia di bawah kakimu.

Kau berjalan di antara hujan dan cahaya,
menemukan jalanmu di semesta yang kami antarkan dengan doa.
Kami bagaikan malam yang diam,
menunggu pagi yang kau bawa,
dengan langkah kecilmu yang menggema,
di hati orang tua.

Tak peduli seberapa jauh kau pergi,
kami adalah bayangan di bawah bintangmu,
menyusup dalam senyap untuk melindungi harimu.

Bali, 2013

/3/

Di Bawah Langit Kota

Puisi: Leni Marlina

Langit kota penuh tanda,
seperti teka-teki waktu yang tak pernah selesai.
Kami berjalan di bawah lampu jalan yang dingin,
mengumpulkan remah-remah harapan
untuk membangun jembatan bagimu, nak.

Nak, kota ini adalah labirin,
tapi rasakan sudutnya yang menyimpan cerita kami:
keringat yang menetes di trotoar impian,
doa yang kami bisikkan di jendela-jendela malam.

Kau adalah nyala kecil di bawah neon kelam,
cahaya yang kami lindungi
agar tidak padam dalam hiruk-pikuk tak berujung.
Jangan takut tersesat,
karena di balik bayanganmu
ada cinta kami yang menuntunmu pulang.

Bali, 2013

/4/

Suara Tanah dan Akar

Puisi: Leni Marlina

Nak, dengarkan suara bumi,
tempat jiwa kami tertanam di kedalaman akar.
Kami adalah tanah yang menopangmu,
angin yang membelai daunan mimpimu.

Rabalah retakan tanah, itulah cerita kami,
perjuangan yang menyuburkan pohon hidupmu.
Kau adalah buah dari doa-doa kami,
manisnya adalah peluh kami yang tak terlihat.

Ketika badai datang mengguncang,
ingatlah, kami adalah akar
yang menahanmu dari jatuh,
menggenggam bumi dengan cinta pada anaknya
yang takkan pernah terpisah selama.

Bali, 2013

/5/

Purnama dalam Senyap

Puisi: Leni Marlina

Kami seperti purnama,
diam, tapi memantulkan cahaya untukmu, nak.
Sunyi senyap laksana kata
yang tak terucap oleh bibir kami,
tapi tersimpan dalam hati kami yang tak pernah lelah.

Nak, kau adalah bayang kecil yang menari di bawah terang kami.
Kami tak perlu berteriak
karena cinta kami adalah keheningan,
yang mengalir seperti air di antara batu.

Ketika malam terasa terlalu panjang,
ingatlah bahwa kami ada,
tapi tidak ada pesta dan tawa, hanya sepi dan sunyi,
seperti bulan yang memeluk malam
dalam senyapnya.

Bali, 2013
————-

Biografi Singkat

Kumpulan puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina hanya sebagai hobi dan koleksi puisi pribadi tahun 2013, saat penulis mengikuti “International Conference on Children’s Literature” di Bali.

Puisi tersebut direvisi kembali dan dipublikasikan untuk pertama kalinya melalui media digital bulan Januari 2025.

Leni sampai saat ini merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat sejak berdiri tahun 2022; Komunitas Kreator Indonesia Era AI. Selain itu, ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair dan Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association. Leni pernah terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni Marlina telah mendirikan sekaligus mengetuai sejumlah kecil komunitas sosial, bahasa, sastra, literasi dengan platform digital meliputi:

1. World Children’s Literature Community (WCLC): https://shorturl.at/acFv1
2. Poetry-Pen International Community
3. PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat), the Poetry Community of Indonesian Society’s Inspirations: https://shorturl.at/2eTSB; https://shorturl.at/tHjRI
4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia):
https://rb.gy/5c1b02
5. Linguistic Talk Community
6. Literature Talk Community
7. Translation Practice Community
8. English Languange Learning, Literacy, and Literary Community (EL4C)