Literasi Menjadi Legasi: Program Pascasarjana UM Sumbar Ganjar Dafril Atas Jejak Publikasi Terbanyak
–
PADANG, 22 Juni 2025- Di penghujung perkuliahan mata kuliah Pendidikan dan Hukum Islam dalam Perspektif Sejarah, Sosial, dan Politik, ruangan lokal II. A S3 Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) tiba-tiba menjadi panggung kejutan akademik yang membekas. Suasana yang awalnya santai berubah menjadi penuh apresiasi saat Direktur Program Pascasarjana diwakili Kaprodi Julhadi memanggil nama Dafril mahasiswa S3 sekaligus ketua kelas untuk maju menerima sebuah penghargaan istimewa: Sertifikat Mahasiswa dengan Publikasi Terbanyak Tahun 2025.
Sertifikat prestisius itu diserahkan oleh Ketua Program Studi S3 Studi Islam, Dr. Julhadi, disaksikan oleh guru besar dan dosen pengampu mata kuliah tersebut, Prof. Saifullah. Penyerahan itu bukanlah basa-basi akademik, melainkan bentuk penghargaan terhadap ketekunan intelektual yang menjelma dalam kerja-kerja literasi yang konsisten dan berdampak.
Prof. Mahyudin Ritonga, selaku Direktur Program Pascasarjana UM Sumbar, melalui Kaprodi Dr. Julhadi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi yang diberikan Dafril. “Ini bukan penghargaan tiba-tiba. Ini hasil pemantauan panjang yang didasari data valid. Dafril bukan hanya aktif menulis di media cetak dan online tetapi juga membawa nama baik kampus di ruang-ruang publik seperti RRI, Padang FM, Padang TV, hingga forum-forum akademik, “ujar Julhadi penuh bangga.
Dafril dikenal sebagai sosok yang tidak asing bagi media. Sebagai Wakil Kepala Bidang Humas MTsN 1 Padang, ia menggagas program One Day One News sebuah gerakan sederhana namun konsisten yang menjadikannya terus produktif menulis. Namanya kerap hadir dalam kolom opini, artikel, bahkan berita feature yang tersebar di berbagai media lokal dan nasional. Lebih dari itu, aktivitasnya turut menjadi bagian dari kontribusi strategis dalam mendukung akreditasi program studi dan institusi.
Prof. Saifullah mengatakan “Ini bukan hanya pencapaian pribadi, ini adalah energi kolektif yang harus menular. Literasi bukan sekadar kegiatan menulis, tapi membangun narasi peradaban. Kami berharap semangat Dafril menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa.”
Ucapan selamat dan tepuk tangan hangat pun mengalir dari teman-teman sekelasnya, yang turut menyaksikan momen tak terlupakan itu. “Kaget, terharu, dan benar-benar tak menyangka, “ujar Dafril dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku tak mengetahui sebelumnya bahwa dirinya dipantau sedemikian rupa. “Saya hanya melakukan apa yang saya cintai menulis,” tambahnya.
Dafril menyampaikan terima kasih kepada Rektor UM Sumbar, Direktur Pascasarjana, Ketua Prodi, para dosen, sahabat, rekan sejawat, serta keluarga yang terus menyokongnya.”Dari pena yang sederhana, saya ingin meninggalkan jejak. Bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk menginspirasi,” tutupnya.
Dalam sebuah zaman yang serba cepat dan instan, kisah Dafril menjadi pengingat: bahwa literasi bukanlah sekadar aktivitas, tetapi legasi warisan intelektual yang akan melampaui zaman. Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro