LUKA DUNIA
Foto kanan setelah 2 hari. Agak bengkak
Oleh Aspar Patarusi
–
Tidak pernah saya duga sebelumnya, saya mendapatkan doa dan tanggapan atas peristiwa yang saya alami siang kemarin.
Saya terharu membaca doa dari para sahabat terdekat, keluarga dan kerabat. Jadinya saya juga merasa bahagia.
Saya masih hidup. Dan saya sempat menyaksikan saudaraku mengirimkan doa.
Betapa berartinya persahabatan dan persaudaraan.
Bertahun-tahun saya menjaga untuk tidak terjatuh. Tulang tua susah pulih. Kemarin, di parkiran kolam renang Persada Halim, saya hilang keseimbangan dan jatuh tengkurap.
Mobil bermasalah. Dia tidak bisa mundur. Harus didorong dulu. Belakangan ini istri saya minta bantuan tukang parkir atau satpam. Saya dianggap tak bisa membantu.
Kemarin saya ingin tunjukkan saya juga bisa. Dengan sekuat tenaga saya mendorong. Seseorang yang lewat turun tangan. Berhasil. Saya minta tolong untuk diambilkan tongkat yang sekitar 3 meter di belakang saya.Saat itulah, ketika melangkah, saya terhuyung ke depan dan tidak terkendali saya pun terjatuh. Tupai pun bisa jatuh.
Mungkin karena muka yang luka, darah banyak mengucur. Foto ini sesudah darah dilap tisu.
Terima kasih. Semoga doa saudaraku mendapatkan balasanNya. Aamiin Allahumma
Aamiin.
Aspar Paturusi
LUKA DUNIA
Lelaki ini jatuh tengkurap
dipaksa mencium tanah air
Luka ringan, darah sedikit mengucur
hanya luka pisik
luka batin tidak
Luka di hati
terasa perih
Luka di.wajah
seakan perih
Luka di hati
jangan dibawa mati
Luka tubuh
segera obati
Puisi-puisi luka
jangan dibuang
bawa ke jalanan
Agar tahu koruptor lewat
Luka puisi
luka penyair
tak perlu diobati
pasti sembuh sendiri
Hari ini, mana puisimu
Puisiku ingin bertemu
Bersama membaca langit hitam
Di bawahnya luka dunia kian kelam
Jakarta, 16 Maret 2021