April 20, 2026
anto8

puisi anto narasoma

¹)
ada dua titik fatamorgana
di antara situasi kelam
dan pertanyaan sedalam lautan hatiku

sebab dari detak
jantung yang lelah pada katupnya,
polesan warna itu mengaliri ruang-ruang syaraf pada sisi gambar yang menapakkan kaki-Nya ke dalam sujudku

pada polesan warna alami, pokok pepohonan dan kuas itu pun tumbuh berjajar di atas ide
dan lukisan wajah perempuan

maka melangkahlah
sebab dari ide dan daya cipta pikirku, telah mengejar tiap detil lukisan antara hidup mati pada coretan berwarna
di atas kanvas seputih kain kafan

²)
lalu karakter yang kukejar
di balik serpihan kanvas,
kadang-kadang lebih hidup dibanding kehidupan dalam lukisan mataku

lalu lukisan apa
ketika corat-moret itu
lepas dari ribuan kuas yang tumbuh di antara tanah hitam tempat berakhirnya kehidupan dalam lukisan ajal?

maka aku pun tetap memburu di sepanjang perjalanan langkahmu
melalui batang-batang kuas yang beristirahat sebagai hakikat pertumbuhan lukisan itu

aku pun terdiam
dalam lukisan setelah laki-laki dan anaknya
berjalan dalam pertanyaan panjang :
siapa yang melukis
gambar kehidupan pelukisnya,
andaikan laki-laki menuntun anaknya
di lukisan itu
adalah aku?

Palembang
31 Agustus 2021