MAN Sawahlunto Resmi Daftar RMC: Angkat Tema Kekinian Madrasah Digital Solution For Sustainable Farming
Sawahlunto — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawahlunto kembali menorehkan jejak inovatif di panggung nasional. Dengan semangat juang yang membara, madrasah ini resmi mendaftarkan diri pada ajang Robotic Madrasah Competition (RMC), sebuah kompetisi prestisius yang menjadi wadah lahirnya ide-ide futuristik generasi muda madrasah. Proposalnya telah resmi terdaftar pada hari Senin. 29 September 2025.
Mengusung tema “Madrasah Digital Solution For Sustainable Farming”, MAN Sawahlunto ingin menghadirkan solusi teknologi yang berpijak pada nilai keberlanjutan pertanian, menjembatani kecanggihan digital dengan kearifan lokal yang masih berdenyut di bumi pertiwi.
Tim kebanggaan MAN Sawahlunto diperkuat oleh dua siswa terbaik:
1. M. Farhan Kamil
2. R. Zaidan Altaf Syauqi
Keduanya tampil sebagai representasi anak muda madrasah yang berani berpikir kreatif, visioner, dan tak gentar menghadapi tantangan global.
Di balik kesiapan tim ini, hadir sosok Agil Aditya Dinata sebagai pembimbing yang menyalakan bara motivasi dan memberi arah strategi. Sementara itu, rancangan konseptual proposal yang menjadi dasar gagasan kompetisi ini lahir dari tangan inspiratif Fuara Dila Sasmi, yang menorehkan imajinasi cerdas ke dalam desain pemikiran berkelas.
Kepala MAN Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, menyampaikan apresiasi penuh terhadap langkah besar ini. Beliau menekankan bahwa partisipasi dalam RMC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk menunjukkan bahwa madrasah mampu menjadi pusat lahirnya solusi digital yang berpihak pada kelestarian alam.
”Di era digital ini, madrasah tidak boleh hanya berkutat pada rutinitas klasik. Kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak madrasah bisa melahirkan gagasan segar yang menjawab tantangan zaman, termasuk di sektor vital seperti pertanian berkelanjutan,” ujar Dafril penuh semangat.
Partisipasi MAN Sawahlunto dalam Robotic Madrasah Competition menjadi penanda bahwa pendidikan madrasah terus bergerak maju. Bukan sekadar menjaga tradisi, namun juga melahirkan inovasi membangun jembatan antara dunia sains, teknologi, dan keberlangsungan lingkungan.
Langkah ini menegaskan satu hal: madrasah bukan hanya benteng moral, tetapi juga pusat kreativitas digital yang solutif. Dari Sawahlunto, semangat inovasi itu kini siap berkibar di panggung nasional.