April 19, 2026
i_ketut

Oleh: I Ketut Surajaya

Wahai manusia manca negara
Wahai manusia Nusantara
Wahai manusia semeton Bali
Alam dan leluhur Bali
Telah memanjakan kalian
Memberi kebahagiaan
Memenuhi kehidupan
dan kemakmuran

Kalian terlalu serakah
Merusak puluhan sumber nafkah
Kalian rusak hulu sungai
Kalian rusak hutan dan tegalan
Jadikan vila klaster perumahan

Di tengah mabuk dollar dan foya-foya rupiah mengalir ke seberang sana
Melanglang ke manca negara
Kalian hanya kebagian limbah dan remah
Kalian perebutkan di akar rumput
Melahirkan permusuhan dan ribut
Keluarga pecah semrawut

Aku Gunung Agung Gunung Batur Gunung Batu Karu dan bukit-bukit digunduli
Aku Pura Agung Besakih Pura Lempuyang Pura Andakasa Pura Batur Pura Luhur Batu Karu Pura Goa Lawah Pura Luhur Uluwatu Pura Puncak Mangu
Aku geram parahyangan pelemahan pewonganku terciderai

Aku subak menampung air sungaimu
kini engkau enggan mampir kesawahku
Malah belabar agung melanda kota
Dengarkan jeritanku wahai manusia
Di subak-subakku kini tumbuh bukan padi Tetapi vila rumah klaster kumuh dan praktek maksiat

Makanan pokok kalian nasi bukan?
Tidak makan mobil atau motor bukan?
Kenapa sawah-sawah disulap
Kalian mabok dollar atau rupiah ?
Tidak mabok makan duren kan?

Kalian dinina bobokkan Pariwisata
Dan turis rombeng pengembara
Bukan oleh Tari Pendet dan tari gambuh?
Kalian diolok-olok para jajaran pelakon
Yang kalian pilih bagai penonton
Jago guyon suka ditonton
Bangga dipuji bertindak alon
Pengempon bagai orang salon

Aku marah dalam puisi
Tak ada kuasa perbaiki situasi
Hanya nasihat kepada anak cucu
Mahasiswa dan kolega perduli

Depok, 23 Desmber 2024