Meirivone Dan Keluarga Boneka
Edisi hari minggu 2 Februari 2025
Oleh Pulo Lasman Simanjuntak
–
Ayat Inti :
Matius 5:16 ” Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Sebuah kisah hidup yang menarik sekaligus miris datang dari seorang wanita asal Brasil yang bernama Meirivone Rocha Moraes.
Wanita ini memiliki kelainan mental yang menyebabkan dirinya ‘menikah’ dengan sebuah boneka kain, dan menjalani kehidupan pernikahan fiktif yang dianggap nyata olehnya.
Bahkan bersama dengan boneka tersebut, Meirivone telah memiliki tiga ‘anak’ boneka.
Meirivone mengatakan bahwa kehidupan keluarga mereka rumit.
Kehidupan Meirivone dengan Marcelo -sang boneka kain berukuran manusia tersebut- telah menjadi sorotan massa yang mengundang banyak orang datang dan mewawancarai Meirivone.
Bahkan wanita ini mengaku bahwa semenjak kelahiran ‘anak-anaknya’ kehidupan rumah tangga mereka menjadi semakin rumit.
Ketiga anak boneka tersebut diberi nama Marcelinho yang berusia satu tahun, dan dua ‘anak kembar perempuan’ yang diberi nama Marcela dan Emilia.
Dalam kehidupan sehari-hari Meirivone mengaku bahwa Marcelo memiliki tugas mengurus ‘bayi² kembar’ mereka.
Dalam pengakuannya yang penuh halusinasi itu, ia mengatakan bahwa ‘suaminya’ membantunya memandikan, memberi makan, dan menidurkan ‘anak²’ mereka.
Belum jelas apa sebabnya Meirivone menjalani kehidupan seperti ini.
Ada orang-orang yang berpikir bahwa mungkin Meirivone tidak benar-benar memiliki gangguan mental, melainkan hanya mengincar ketenaran dengan berpura-pura menjalani kehidupan yang aneh dan ekstrem.
Namun , ada juga yang berpikir bahwa hal yang membuat Metrivone terjebak dalam halusinasinya adalah karena kesepian dan kurangnya perhatian dari orang-orang di sekelilingnya.
Banyak orang-orang yang terjebak di dalam kesendirian, merasa tertolak, dan hidup jauh dari kasih sayang keluarga, teman-teman dan orang-orang terdekat lainnya.
Dan sedihnya, banyak dari mereka yang tidak mengenal Yesus Kristus, sehingga hal ini memperparah keadaan mereka.
Jikalau saja setiap orang mengenal Yesus Kristus dengan baik, maka pastilah hidup mereka akan dilimpahi dengan kasih, kekuatan dan kedamaian.
Tidak peduli seperti apa pun situasi lingkungan yang mereka hadapi.
Firman Tuhan yang diucapkan oleh Yesus sendiri di dalam Yoh 14:27 mengatakan, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
Kedamaian sejati adalah kedamaian yang datang dari Tuhan, dan kedamaian ini tidak dapat dirusak oleh situasi apa pun.
Kita bisa saja tinggal seorang diri, tidak memiliki banyak teman, kesepian, ataupun merasa tidak dihargai.
Namun jika ada Yesus di dalam hati kita, maka kita dapat mengubah situasi tersebut menjadi terang yang membawa kekuatan dan sukacita.
Dan kita dapat membagikan keceriaan, sukacita, pikiran optimis, semangat yang menyala-nyala dan juga iman yang kuat bagi semua orang.
Tidak ada kesepian dan kegelapan ketika Yesus berkuasa dengan terangNya di dalam kehidupan kita.
Amin.
Tuhan Yesus Memberkati.