May 4, 2026

Menanam Harmoni di Taman Jiwa: Kasi Penmad Syafruddin Sampaikan Materi Moderasi Beragama di MATSAMA MAN Sawahlunto

 

Sawahlunto, Humas–Di tengah semangat pagi yang membuncah di Kota Arang, langkah-langkah kecil penuh harap menginjak pelataran madrasah. Mereka datang dengan ransel impian, mengenakan seragam baru yang masih beraroma toko, menyambut gerbang pendidikan menengah dengan mata berbinar: para siswa baru MAN Kota Sawahlunto.

Di hari kedua Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), Selasa (15/7/2025), satu sosok hadir tak sekadar sebagai pemateri, tetapi sebagai penanam benih-benih kesadaran. Syafruddin, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Sawahlunto, membuka lembaran penting tentang apa yang ia sebut sebagai jiwa yang tengah hilang dari banyak ruang publik: moderasi beragama.

”Moderasi beragama bukan sekadar konsep akademik. Ia adalah napas kehidupan, tempat toleransi dan cinta tumbuh di tengah keberagaman,” ucapnya, suaranya tenang tapi 😑 mengandung kekuatan mendidik yang menghunjam ke relung batin para pendengar muda.

Dalam pemaparannya, Syafruddin mengurai pentingnya hidup berdampingan dalam damai, menolak kekerasan atas nama agama, serta mengajak generasi muda menjadi pengemban nilai harmoni di tengah dunia yang kerap gaduh oleh perbedaan. Ia tak berbicara dari menara gading, tapi dari tanah yang sama, tempat para siswa berpijak dan berproses menjadi insan dewasa.

Dafril Tuanku Bandaro, Kepala MAN Kota Sawahlunto, menyambut dengan takzim dan syukur kehadiran Syafruddin. Baginya, kehadiran Kasi Penmad tak hanya menyampaikan materi, tapi membangun fondasi karakter bagi siswa.

”Kami percaya, pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan, tapi pembentukan watak. Moderasi beragama adalah akar yang akan menumbuhkan pohon toleransi di madrasah ini,” ungkap Dafril penuh harap.

Senada dengan itu, Ervan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, didampingi Ketua Panitia sekaligus pembina OSIM, Femita Maya Dona, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal untuk membangun madrasah yang tak hanya cerdas, tapi juga bijaksana dalam keberagaman.

MATSAMA kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi ruang spiritual dan intelektual di mana harmoni ditanamkan bukan dengan ceramah kosong, tetapi dengan keteladanan dan nilai-nilai luhur yang hidup. Dan hari itu, di bawah langit Sawahlunto yang bersahaja, benih-benih itu mulai tumbuh.

Kontributor: Nofri Hendri
Editor: DTB