April 20, 2026

“Menapak Jejak Cahaya: Pembukaan Persami dan Pelantikan Pramuka Penegak Gudep MAN Kota Sawahlunto”

SAWAHLUNTO, 20 September 2025 Di halaman MAN Kota Sawahlunto. ketika langkah-langkah penuh semangat para pramuka Gudep MAN Kota Sawahlunto menjejak tanah, membawa bara semangat yang menyala dari dalam dada muda mereka. Hari itu bukan hari biasa. Hari itu, sejarah kembali ditulis dalam jejak-jejak sederhana namun sakral: Upacara Pembukaan Persami dan Pelantikan Laksana dan Bantara.

Bertindak sebagai pembina upacara, Husein Al Haves, Wakil Kepala Bidang Sarpras yang tampil gagah dengan balutan seragam kebesaran pramuka. Dalam amanatnya yang menggugah, ia mengajak seluruh pramuka untuk tidak hanya menjadi penjelajah hutan dan penjaga api unggun, tetapi juga menjadi penjaga nilai, pelindung kejujuran, dan pemikul cita-cita bangsa.

“Menjadi Bantara atau Laksana bukan sekadar kenaikan tingkat,” ujar Husein Al Haves dengan suara yang menggema, “tetapi adalah janji kepada diri sendiri dan kepada tanah air, bahwa kalian siap menjadi cahaya di tengah zaman yang mulai redup oleh ketidakpedulian.”

Bentuk Simbol Sinergi dan Dukungan Upacara ini juga di hadiri Kaur Tata Usaha, Ibu Yurmaini, yang mewakili unsur manajemen madrasah. Seluruh majelis guru hadir dalam balutan kebanggaan dan ketulusan. Mereka bukan hanya saksi, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual dan sosial anak-anak bangsa yang mereka didik. Kebersamaan itu seolah merangkum makna dari pendidikan: bahwa ilmu, karakter, dan cinta tanah air harus tumbuh bersama.

Upacara itu bukan sekadar seremoni. Ia adalah perayaan jiwa. Ia adalah pertemuan antara masa lalu yang membentuk dan masa depan yang menanti untuk ditaklukkan.

Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) ini bukan hanya ajang latihan fisik dan kedisiplinan. Di dalamnya terselip pelajaran tentang gotong royong, tentang menjaga alam, tentang keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Malam nanti, di sekitar api unggun, akan lahir tawa, cerita, dan mungkin juga air mata haru—tanda bahwa pramuka bukan hanya kegiatan, tetapi adalah keluarga. Karena di bawah panji Gerakan Pramuka, mereka tak hanya belajar tali-temali, tetapi juga merajut masa depan.

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB