May 2, 2026

Menara Doa GBI MILOS: Di Tengah Hujan dan Jalan Berlumpur, Jemaat Tanimbar Menangis bagi Tanah Air

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Malam Selasa, 13 Mei 2025, cuaca Saumlaki tak bersahabat, hujan turun ringan, penuh genangan air, jalan yang berlubang dan berlumpur, namun cukup untuk membuat akses menuju Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) di belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Hal itu tak menyurutkan langkah jemaat untuk berkumpul dalam Menara Doa, sebuah pelayanan doa syafaat yang sarat pengharapan dan kuasa rohani.

Acara dimulai pukul 19.00 WIT dengan puji-pujian yang dipandu oleh Ev. Haris Boritnaban, S.Th. Lagu-lagu seperti “Sebab Kau Layak Disembah”, “Engkau Maha Besar”, hingga “Yesus Terlebih Besar di Dalamku” mengalun dari gitar dan suara jemaat yang penuh semangat.

Suasana ibadah semakin dalam ketika Gembala Sidang, Pdt. Helbert S. Wahilitwan, memimpin doa. Ia menyerukan pencurahan hujan keselamatan atas Kepulauan Tanimbar, serta doa perang rohani melawan kejahatan dan segala bentuk kuasa gelap yang diyakini memperlemah moral dan ekonomi bangsa.

Ibu Kowad, salah satu pendoa, menyerukan deklarasi rohani dengan suara yang menggema: “Kami tolak dalam nama Yesus! Kami hancurkan dalam nama Yesus! Roh penyembahan berhala, kegelapan, perzinahan, percabulan, pesta pora, semua kami lawan dalam nama Tuhan!”

Ia juga menyerukan doa untuk pemimpin yang takut akan Tuhan, orang-orang yang patah hati, hingga generasi muda yang bergumul dengan rasa putus asa dan kecanduan digital.

“Kami menangis bagi kabupaten ini, untuk jiwa-jiwa yang masih berada di lorong-lorong dan persimpangan jalan hidup. Kami lepaskan mereka dari beban kehidupan!”

Ev. Boritnaban melanjutkan dengan doa untuk Indonesia dan dunia, termasuk konflik di India dan Pakistan, serta desa-desa yang terdampak kekerasan. “Terjadilah pergerakan Allah di tempat ini,” ucapnya dengan nada haru. “Waktumu Tuhan, pasti yang terbaik.”

Doa juga disampaikan oleh Bapak Marten Batmanlusi yang mendoakan pemimpin bangsa, Presiden dan Wakil Presiden, serta agar setiap rencana jahat kepada bangsa Indonesia dipatahkan oleh kuasa ilahi.

Kaka Jois turut menyampaikan doa untuk jemaat, organisasi GBI MILOS, pembangunan gereja, dan para donatur, tak lupa, disebut pula nama-nama pribadi seperti Mama Dunia Mebel di Ambon dan Gembala Sidang, agar diberi kekuatan dan hikmat.

“Hidup ini adalah kesempatan. Pakailah hidupku selagi aku masih kuat,” ujar Kaka Jois menutup doanya, mengutip lirik lagu rohani yang menyentuh hati jemaat.

Sebagai penutup, Pdt. Helbert kembali naik mimbar, memberkati para pelayan, remaja, dan semua jemaat.

Ia mendoakan agar generasi muda mampu mendeteksi dan menjauhi aplikasi-aplikasi digital yang menyesatkan, serta menyerukan dukungan doa untuk GBI di Desa Lumasebu yang tengah menantikan rekomendasi dari Kementerian Agama RI.

Dengan penuh keyakinan dan iman, ibadah ditutup dengan berkat dan pengutusan: “Terpujilah nama-Mu, Tuhan Yesus. Segala usaha, pendidikan, dan hidup jemaat diberkati dalam nama Yesus. Syaloom. Tuhan Yesus memberkati kita semua.”