April 21, 2026

Mengabdi 23 Tahun Sebagai Guru, Alifia Indarsari, S.Si Mengajar di SMA Negeri 1 Biak

alifia1

Alifia Indarsari,S.Si, Guru SMA Negeri 1 Biak

Dilaporkan oleh: Paulus Laratmase

Di Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2024, Alifia Indarsari, S.Si, seorang guru di SMA Negeri 1 Biak, merayakan 23 tahun pengabdiannya dalam dunia pendidikan. Dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau yang memukau, Alifia tampil elegan dalam acara peringatan tersebut, mencuri perhatian banyak orang. Pakaian adat Minangkabau yang dikenakan oleh Alifia, berupa Suntiang atau Tungka, yang menyerupai piramida dengan lapisan emas tinggi dan ujung yang meruncing bagaikan rantai manik-manik, menambah kesan kemewahan dan keanggunan, sesuai dengan karakter pribadi Alifia yang selalu menghargai nilai-nilai budaya.

Di SMA Negeri 1 Biak, guru dan tenaga kependidikan dianjurkan untuk mengenakan pakaian adat daerah masing-masing dalam rangka memperingati Hari Guru, mencerminkan semangat inklusivitas dan kebhinekaan dalam dunia pendidikan. Alifia, yang telah mengabdi sebagai guru selama lebih dari dua dekade, memilih untuk mengenakan pakaian khas wanita Minangkabau sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya asalnya.

23 Tahun Mengajar di SMA Negeri 1 Biak, Dihitung Sejak Honorer

Sejak pertama kali bergabung sebagai tenaga honorer di SMA Negeri 1 Biak, Alifia Indarsari telah menunjukkan dedikasinya dalam dunia pendidikan. Dari menjadi guru honorer, ia kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pada 25 November 2024, tepat pada Hari Guru, ia merayakan 23 tahun pengabdiannya dalam profesi yang mulia ini.

“Jika dihitung sejak menjadi guru honorer di SMA Negeri 1 Biak, saya sudah mengabdi selama 23 tahun. Namun, jika dihitung sejak SK Calon Pegawai Negeri Sipil, maka saya sudah mengabdi selama 19 tahun,” ungkap Alifia dengan ekspresi ceria. Perjalanan panjang ini tentu tidak terlepas dari berbagai tantangan yang ia hadapi, namun dengan penuh kesabaran dan komitmen, Alifia tetap setia dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Sebagai seorang guru, Alifia tidak hanya fokus pada aspek kognitif dalam mengajar, tetapi juga sangat memperhatikan pengembangan aspek afektif siswa. Ia percaya bahwa mendidik bukan hanya tentang transfer pengetahuan semata, melainkan bagaimana membentuk karakter dan sikap siswa untuk menjadi individu yang siap berkontribusi positif dalam masyarakat.

“Menjadi guru bukanlah sebuah profesi yang mudah. Proses mengajar dan mendidik bukan saja aspek kognitif yang dikejar, tetapi terlebih aspek afektif. Bagaimana seorang siswa digembleng perasaan, nilai-nilai, sikap, minat, dan motivasi yang dimiliki oleh siswa terhadap pembelajaran. Sikap ini sangat penting, mencakup rasa tanggung jawab, disiplin, keterbukaan terhadap ide-ide baru, rasa ingin tahu, serta empati dan kerja sama,” jelas Alifia.

Suka-Duka Mengajarkan Pengetahuan, Membentuk Karakter

Bagi Alifia, pendidikan adalah proses yang sangat menyeluruh. Selain mentransfer ilmu pengetahuan, seorang guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kehidupan siswa. Sebagai guru di SMA Negeri 1 Biak, Alifia selalu berusaha untuk menanamkan pentingnya sikap yang baik dalam belajar, seperti rasa tanggung jawab, disiplin, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Hal ini tidak hanya akan membantu siswa dalam belajar, tetapi juga akan membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di luar sekolah.

“Jika ditanya apa kesan sebagai seorang guru selama mengajar di SMA Negeri 1 Biak, tentu ada suka dan dukanya. Namun, pada posisi ini sebagai seorang guru, harus mensyukuri entah itu suka ataupun duka tetap setia menjalankan tugas profesi mulia ini sampai purna tugas nantinya,” ujar Alifia. Bagi Alifia, setiap tantangan adalah peluang untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan diri sebagai seorang pendidik.

Melihat Masa Depan Pendidikan di Indonesia

Sebagai seorang guru yang telah berpengalaman, Alifia juga memiliki pandangan mengenai masa depan pendidikan di Indonesia. Ia berharap agar sistem pendidikan Indonesia semakin inklusif dan mampu menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pendidikan harus bisa memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa untuk mengembangkan potensi terbaik mereka.

“Harapan saya untuk dunia pendidikan di Indonesia adalah agar semakin inklusif, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi semua anak bangsa tanpa terkecuali. Pendidikan harus bisa mengembangkan potensi setiap anak sesuai dengan kemampuan dan minat mereka, serta membentuk karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan zaman,” ujar Alifia dengan penuh harapan.

Dedikasi Tanpa Batas

Hari Guru 2024 menjadi momen yang penuh makna bagi Alifia Indarsari, menunjukkan dedikasi dan komitmennya untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Bagi Alifia, menjadi guru adalah sebuah panggilan hati yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan sikap siswa untuk siap menghadapi tantangan dunia.

Kebanggaan dan rasa syukur yang dirasakannya sebagai seorang guru tidak hanya datang dari kesuksesan para siswanya, tetapi juga dari kemampuan dirinya untuk menginspirasi dan mendidik dengan penuh kasih sayang dan perhatian. “Menjadi guru adalah jalan hidup saya, dan saya bersyukur dapat berkontribusi dalam dunia pendidikan selama 23 tahun ini. Semoga bisa terus memberikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa,” kata Alifia mengakhiri percakapan dengan senyuman penuh harapan.

Di peringatan Hari Guru 2024, Alifia kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern.