Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Mengapa Ekonomi Rakyat Papua Patut Menjadi Batu Pengungkit Pembangunan? 

Alex Runggeary: Anggota Penulis Satupena

Alex Runggeary*)

Apa itu – Batu Pengungkit – ? Itu adalah Batu pilihan yang biasanya terpilih dari batuan Sungai ataupun pantai yang telah lama terkikis oleh pasir dan gelombang. Bagi mereka yang berpengalaman sangat mudah membedakan Batu ini dengan batu lainnya. Mengapa Batu Pengungkit diperlukan ? Ketika hendak mencari jenis siput tertentu yang di tempat kami disebut – Bia Matabulan -. Biasanya siput ini bahkan jenis siput pada umumnya selalu akan mencari tempat aman untuk berlindung bila air sedang surut. Mereka akan menempelkan diri mereka pada bagian bawah batu besar jauh dari jangkauan predatornya termasuk manusia. Maka untuk mengambil mereka harus menggunakan kayu pengungkit yang di masukan jauh ke dalam bagian batu itu lalu kayu itu diletakkan di atas batu pengungkit, kemudian menekan kayu ke arah bawah dengan tenaga secukupnya maka batu besar tempat siput MataBulan menempel itu akan terangkat dengan mudah. Kemudian sambil menjaga keseimbangannya orang akan dengan mudah mengambil Siput MataBulan yang menempel pada langit -langit batu besar itu.

Atau perlengkapan mobil yang sederhana ketika ban kempes alat ini digunakan untuk mengungkit bagian mobil yang bannya kempes itu. Alat itu namanya – dongkrak – Dengan alat ini pekerjaan mengganti ban lebih cepat dan mudah walaupun mobilnya sendiri sungguh berat.

Saya sengaja memberikan ilustrasi ini agar siapapun bisa dengan mudah memahami apa yang dinamakan – STRATEGI PEMBANGUNAN – Bagi orang awam akan sulit memahami konsep ini. Jadi Batu Pengungkit itulah Cara Mudah Mengangkat Batu Besar. Demikian juga masalah Pembangunan. Orang akan kebingungan bagaimana cara membangun dengan mudah yang bisa memberikan dampak luas bagi masyarakat. Maka orang harus dan wajib memilih strategi yang tepat agar aspek lain dalam pembangunan ikut terwujud.

Mengapa harus STRATEGI ?

Dalam ilmu MANAJEMEN, ada yang disebut SUMBER DAYA. Apa itu ? Itu adalah faktor faktor penting yang dimiliki organisasi apapun organisasinya yang harus dikelola dengan efisien untuk mencapai TUJUAN organisasi. Faktor tersebut adalah : (1) Manusia, (2) Modal atau Uang, (3) Mesin, khususnya untuk investasi produksi, (4) Metodologi, bagaimana memproduksi, bagaimana cara kerja yang tepat dan seterusnya, dan yang terakhir, (5) Waktu yang pada dasarnya adalah terbatas relatif dengan target kerja dan capaiannya.

Ada teman lain menambahkan – PEMASARAN – sebagai faktor produktif ke – 6. Saya mengabaikan faktor ini karena sesungguhnya ia berada di luar kewenangan pengelola. Faktor ini bergantung pada PASAR yang pada dasarnya independen tak dapat dipengaruhi serta merta oleh satu pemain/produsen.

STRATEGI menjadi sangat penting untuk mencapai TUJUAN dengan menggunakan SUMBER DAYA yang dimiliki secara effisien. Terminologi ini awalnya digunakan pada kalangan militer. Kemudian paling ramai digunakan oleh dunia bisnis disusul dunia non-bisnis seperti – Pembangunan Masyarakat.

Dari pengalaman pembangunan dengan DANA Otsus sesungguhnya – TIDAK ADA STRATEGI — dalam programnya. Ini mungkin pula alasannya mengapa Program Pembangunan OTSUS bisa dikatakan gagal atau tidak mencapai hasil optimal. Banyak uang habis tetapi hasil tidak begitu nampak.

Dari pengalaman saya sebagai salah satu Instruktur pada Diklat Regional Planning dari LAN-RI kerjasama dengan DSE (Deutche Stiftung fur Internationale Entwicklung) Jerman ( 1991 – 98 ) kami melakukan KUNJUNGAN LAPANGAN untuk menghimpun data dan informasi kemudian secara kelompok menyusun dan memperdebatkan hasilnya dalam kelompok. Hasil kerja kelompok direkam ke dalam potongan kertas ukuran tertentu kemudian hasil akhirnya dilem pada kertas sampul coklat yang besar dan digantungkan atau dilengketkan ke dinding.

Dalam kurun waktu sekitar 7 tahun kami melakukan pelatihan Diklat ini dan mempraktekkannya di 5 kota Indonesia bagian Timur yaitu Manado, Bitung, Sorong, Jayapura dan Wamena. Hasil yang menarik adalah ternyata pada lima kota ini dengan peserta yang berbeda dengan 15 kelompok, semuanya menetapkan – Pembangunan Sektor Ekonomi Rakyat – menjadi STRATEGI UTAMA Pembanguna secara TERINTEGRASI dengan SEKTOR LAINNYA.

Berdasarkan pengalaman NYATA ini saya merekomemdasikan agar Pembangunan Rakyat Papua, Pemerintah perlu menetapkan STRATEGI agar upaya Pembanguna Papua memiliki Daya Ungkit memudahkan proses pembangunan yang ada. Mungkin kita harus melupakan OTSUS karena UANGNYA kita akan terima tunai seperti BLT. Tetapi siapa tahu ada sumber pendanaan lain untuk terus membangun Papua secara lebih bertanggung jawab. Semoga !
—————————–
Yogyakarta, 5 November 2025
*) Alumni Asian Institute of Management, Manila, Philippines 1990