April 23, 2026

“Menghindari Konflik Bukan Tanda Lemah, Tapi Bukti Kasih: Suara Damai dari Pastor Pius Heljanan, MSC”

 

Oleh : joko

“Rangkul Musuhmu dengan Kasih: Pesan Damai Pastor Pius Heljanan, MSC dari Tanimbar”

Dalam renungan pagi Sabtu, 19 Juli 2025, Pastor Pius Heljanan, MSC mengajak umat untuk memilih jalan kasih daripada konfrontasi, bahkan kepada mereka yang dianggap musuh.

http://suaraanakmegerinews.com | Saumlaki, Sabtu Pagi — 19 Juli 2025
Suasana tenang di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi saksi akan sebuah pesan kasih yang menggugah nurani.

Dari Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC, yang juga adalah Kuasi Paroki setempat, membagikan renungan yang mengajak umat untuk memandang konflik dari sudut yang lebih damai dan penuh cinta.

Dalam permenungannya yang merujuk pada Injil Matius 12:14–21, Pastor Pius mengangkat kisah Yesus yang menghindari para orang Farisi yang bersekongkol untuk membunuh-Nya.

Namun, alih-alih melawan atau membalas, Yesus memilih untuk menyingkir, bukan karena takut, tapi karena kasih yang lebih besar.

“Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana,” tulis Pastor Pius dalam renungannya. “Yesus menawarkan solusi damai bagi mereka yang saling bermusuhan. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi menghindari konfrontasi demi memberi ruang bagi rekonsiliasi.”

Menurutnya, banyak dari kita cenderung ingin membalas ketika disakiti atau dikhianati. Namun, kasih sejati menuntut sikap yang berbeda, sikap yang tidak mudah menghakimi, tidak cepat marah, dan tidak memperkeruh suasana.

“Kita menghindari konflik bukan karena kita lemah, kalah, atau takut,” jelasnya, “tetapi karena kita adalah anak-anak Tuhan yang memilih kasih dan damai.”

Pastor Pius juga menekankan bahwa orang yang suka menciptakan konflik pada dasarnya adalah mereka yang belum benar-benar mencintai Tuhan dan sesama secara tulus.

Misi Damai dari Bumi Duan Lolat

Pesan damai ini datang pada momen yang tepat, ketika masyarakat global maupun lokal terus dihadapkan pada polarisasi, perpecahan, dan tantangan relasi antarsesama.

Dari bumi Duan Lolat, Pastor Pius menyuarakan harapan akan dunia yang lebih sabar, saling memaafkan, dan terbuka terhadap rekonsiliasi.

“Tetaplah berbuat baik, bahkan kepada musuhmu. Karena kasih bukan hanya untuk yang mudah dicintai, tetapi juga untuk mereka yang paling sulit untuk kita maafkan,” ujarnya penuh kelembutan.

Refleksi Bagi Kita Semua

Apa yang disampaikan oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, bukan sekadar kutipan rohani belaka, melainkan undangan untuk kita semua, dari lintas iman dan budaya, untuk merenungi: apakah kita sudah menjadi pembawa damai? Apakah kita mampu memilih kasih daripada membalas dendam?

Lewat sapaan sabtu paginya, Pastor Pius mengajak kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih mengampuni, dan lebih mencintai, karena di situlah kekuatan sejati seorang manusia yang hidup dalam terang kasih Tuhan.