April 25, 2026

Mengikuti Jejak Rasul, Pastor Pius: Setia pada Gereja dan Percaya pada Yesus

Oleh : joko

Renungan Iman di Hari Minggu: Meneladani Rasul Petrus dan Paulus

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Minggu pagi, 29 Juni 2025 — Dalam suasana hening dan penuh devosi, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kembali mengajak umat untuk merenungkan makna pengakuan iman yang sejati kepada Yesus Kristus.

Mengambil inspirasi dari Injil Matius 16:13-19, Pastor Pius menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pengakuan iman yang benar dan setia kepada Yesus sebagai Mesias, Putra Allah yang hidup.

“Engkaulah Mesias, Putra Allah yang hidup.” — kalimat yang diucapkan Petrus, menjadi titik tolak ajakan Pastor Pius kepada umat untuk tetap teguh dalam iman, di tengah keraguan dan godaan zaman.

Iman Sejati Lahir dari Pengakuan yang Jujur dan Kesetiaan pada Gereja

Menurut Pastor Pius, di tengah tantangan kehidupan, banyak orang yang mulai meragukan imannya kepada Yesus.

Namun, teladan Rasul Petrus yang tampil sebagai saksi iman sejati menjadi pengingat bahwa iman yang benar adalah pengakuan akan keilahian Yesus dan kesetiaan kepada-Nya.

“Iman sejati hanya mungkin tumbuh dan berbuah bila kita tetap bersekutu dengan Gereja yang benar. Kita diajak mengikuti jejak para Rasul, terutama Petrus dan Paulus, yang menjadi soko guru pewartaan dan martir karena kesetiaan mereka pada Kristus,” ujarnya.

Mahkota Kebenaran bagi Mereka yang Bertahan dan Berkorban

Dalam renungannya, Pastor Pius juga menekankan bahwa beriman berarti rela berkorban, bahkan hingga menanggung penderitaan demi kebenaran Injil. Ia mengajak umat untuk tetap percaya, meskipun harus menapaki jalan yang sulit.

“Tetaplah percaya kepada Yesus. Berkorbanlah demi Yesus. Sebab, mahkota kebenaran adalah milik mereka yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dalam hidup ini,” tegas Pastor Pius.

Pesan Penutup: Tetap Setia dan Percaya

Mengakhiri renungannya, Pastor Pius mengingatkan umat bahwa iman bukan sekadar pengakuan lisan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Seperti Rasul Petrus dan Paulus, setiap umat dipanggil untuk menjadi saksi kasih dan kebenaran Allah dalam hidup sehari-hari.