MENOLAK SAKIT BERSAMA MEREKA
SuaraAnakNegeri June 29, 2025–
Mereka bersorak saat menduga tubuh Jokowi ringkih.
Mereka berdansa menebar hoaks Jokowi kritis masuk rumah sakit, padahal mantan presiden itu sedang bergembira menemani cucunya liburan. Mereka bernyanyi sambil tetap menggenggam fitnah ijazah yang sudah lama dipatahkan fakta.
Mereka tak menunggu jawabanโkarena sesungguhnya, mereka tak sedang bertanya.
Mereka sedang sakit!
Bukan sakit yang bisa diukur dengan termometer atau scan otak, tapi sakit dalam batin yang menggumpal jadi kebencian patologis.
Dalam psikologi klinis, itu disebut ๐ฅ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ด๐ช ๐ด๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ด: seseorang memilih percaya pada kebohongan demi merawat identitasnya yang rapuh. Menurut ๐๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ค๐ข๐ฏ ๐๐ด๐บ๐ค๐ฉ๐ช๐ข๐ต๐ณ๐ช๐ค ๐๐ด๐ด๐ฐ๐ค๐ช๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ, itu bagian dari ๐๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐๐ฎ๐ป ๐ช๐ฎ๐ต๐ฎ๐บ ๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐๐๐ฒ๐ปโsejenis obsesi yang bertahan tak mau dikalahkan kenyataan, karena jika kenyataan diterimaโegonya runtuh.
Dan saat kebohongan semacam itu dijadikan kompas hidup, mereka pun mengidap yang disebut ๐ฑ๐ข๐ต๐ฉ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐จ๐ช๐ค๐ข๐ญ ๐ญ๐ช๐ข๐ณ ๐ด๐บ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ฆ. Mereka bukan hanya menyebar hoaksโmereka perlu hoaksโkarena tanpa itu, mereka akan kosong, runtuh, kehilangan pusat.
Lebih luas lagi, ini adalah patologi sosial:
Ketika kebencian dijadikan kultur, dan kegagalan dijadikan dalih untuk mencaci yang berhasil.
Erich Fromm menyebutnya sebagai ๐ป๐ฒ๐ธ๐ฟ๐ผ๐ณ๐ถ๐น๐ถ๐ฎ ๐๐ผ๐๐ถ๐ฎ๐นโkecenderungan mencintai kehancuran, menyembah kemarahan, dan membenci apa pun yang tumbuh dari harapan.
Dan orang-orang seperti ini,
akhirnya akan musnah bukan karena dikalahkan, tapi karena ditinggalkan sejarah.
Sejarah hanya menyimpan dua hal: kebesaran yang membangun, dan luka yang menyembuhkan. Bukan racun yang terus diludahkan dari mulut yang tak pernah bisa diam untuk mencintai.
Maka biarlah Jokowi libur bersama cucunya, sementara mereka terus menggali lubang untuk jiwa mereka sendiri. Sebab sekarang kita bukan hanya paham, tapi yakin:
Yang sejatinya sakit bukan Jokowi. Tapi merekaโyang takut sembuh karena tak tahu harus hidup dengan jiwa yang bersih. Sampai pada titik ini: saya tidak sedang membela Jokowi, tapi ๐๐ฎ๐๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ป๐ผ๐น๐ฎ๐ธ ๐๐ฎ๐ธ๐ถ๐ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ!
#RefleksiTanpaKebencian
#PatologiKebohongan
#MenolakSakitBersamaMereka