April 23, 2026

Yusufachmad Bilintention

Terpancar segalanya—gairah, lara, nostalgia—
Merambat lirih, bagai ular mencari jejak bayang ekornya.
Atau pohon tua yang menancap akar,
Dalam, entah berapa hasta menembus tanah ingatan.

Cerita berantai tak kunjung reda,
Terurai di jemari yang menari,
Menekan tombol-tombol sunyi penuh makna,
Seperti mantra yang membangkitkan gema lama.

Letusan gunung tak tertahan,
Emosi menggelegak, tak bisa dibendung.
Angin menerjang badai,
Perasaan merangsek, mencari celah pulang.

Mata air menyembul dari tanah retak,
Membuka kisah-kisah yang sempat terkubur.
Bayang-bayang di balik tirai malam,
Menari pelan dalam gelap yang akrab.

Menyusup bagai bisikan lembut di liang telinga,
Setiap sentuhan memanggil rasa yang lama terpendam.
Menggapai hati, menuntun rindu yang tertahan,
Di antara jarak dan waktu yang tak bisa disatukan.

Surabaya, 15-6-2020