SENIN 1/12/2025
PW Santo Dionisius
dan Redemptus (M)
– Yesaya 2:1-5
– Matius 8:5-11
Gereja Katolik memperingati Santo Dionisius dan Redemptus, martir di Aceh (Indonesia) tahun 1638. Mereka menggunakan kemampuannya mewartakan iman dan perdamaian antar sesama manusia, entah antar pribadi maupun antar bangsa.
Yesaya melihat bahwa bangsa yang pergi kepada Tuhan dan berjalan menurut Firman Tuhan akan hidup dalam damai. Pedang perang diubah menjadi mata bajak dan tombak diubah menjadi pisau pemangkas. Mereka tidak akan latihan perang karena tidak ada musuh, yang ada hanya damai sejahtera.
Yesus memuji iman seorang perwira romawi karena ia meminta Yesus agar hanya dengan sepatah kata hambanya pasti sembuh. Perwira itu percaya bahwa SABDA Yesus berkuasa menyembuhkan sakit. Sabda Yesus dapat membuat orang tidak sombong, tidak irih hati, tidak bermusuhan, tidak membuli orang lain, tidak saling memerangi, dll; tetapi yang ada hanyalah cintan kasih dan damai sejahtera.
Saudari – saudara terkasih. Semoga hari ini kita lebih suka menjadikan Firman Tuhan sebaga cara hidup damai dengan semua orang. Kita lebih suka melakukan hal-hal yang mendukung kehidupan yang lebih baik. Kita lebih suka belajar dari sang perwira romawi, yaitu memperhatikan sesama yang butuh pertolongan atau yang sakit. Tuhan memberkati hari ini untukmu. Amin.
P. Felix Amias MSC
KAMPUNG DURI SELATAN
Kec. Tambora – Jakarta Barat
Monday, December 1, 2025