NATAL DALAM LUKA DI BETLEHEM
Prof. Dr. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI
Dilaporkan oleh Kunto
–
Sebuah karya seni instalasi karya Banksy bertanjuk ‘ Luka Betlehem’ : Sebuah Set Kelahiran yg Dimodifikasi, ingatkan saya pada ucapan Prof Dr. K.H. Nasasruddin Umar, M.A. saat bertandang ke Katedral hadiri renungan kemerdekaan. Ia sampaikan ‘ Luka Kemerdekaan’ bangsa Indonesia.
Terjadinya ‘luka’ di sekitar Betlehem & ‘luka’ bangsa Indonesia yg sudah merdeka ditimbulkan krn keserakahan, tamak, kekerasan hati, kebencian, peperangan dan terpasungnya rasa keadian. Luka-luka itu telah menjauh dari kata DAMAI SEJAHTERA.
Ajakan gembala: “Marilah sekarang kita pergi ke Betlehem” (Luk2:15) @ ajakan bagi semua orang.
Kata ‘sekarang’ itu meski dahulu atau dibaca besok tetap menyiratkan situasi: sekarang & disini, saat ini keadaan Betlehem tdk baik-baik saja.
Relevankah kelahiran Yesus dirayakan saat ini?
Perlu, sebab pengharapan kelahiran Yesus hadirkan makna. Betlehem berarti Rumah Roti atau Rumah Daging, berkmakna: Firman Allah telah menjadi manusia (daging) makna penjelmaan atau INKARNATORIS itulah makna kekuatan Allah. Sang pemilik waktu Khairos, memasuki kurun waktu Kronos, lewat: kesederhanaan & kelemahan. Palungan (kesederhanaan) & bayi mungil tak berdaya (kelemahan). KelahiranNya disambut pula oleh gembala nan sederhana, wong chilik. Namun disana Allah tunjukkan jalan kekuatan yg mampu manusia andalkan dalam pengharapan.
Dan gembala sampaikan undangan untuk pergi ke Betlehem agar transformasi hidup terlaksana menghadirkan agen perubahan jika ia melaksanakan perutusan BAWA JALAN PERUBAHAN MENUJU DAMAI, KASIH PERSAUDARAAN YG HADIRKAN SUKACITA.
Betlehem bukan soal tempat, namun soal hati,, manakala setiap orang bertindak semakin manusiawi, semakin memulikakan manusia. Semakin sederhana hidupnya … disana damai sesungguhnya tercipta
SELAMAT NATAL, JADILAH PEMBAWA DAMAI SEJAHTERA!!
Salam sehat, berlimpah berkat.