May 14, 2026

Natal di Gerbang Papua: Zita Anjani Gaungkan Toleransi dan Komitmen Negara di Gereja Kristus Terang Dunia Sentani

zita anjani1

Zita Anjani, S.Sos., M.Sc, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pariwisata.

 

Laporan Paulus Laratmase

Sentani, Papuasuaraanaknegerinews.com| Perayaan Natal 25 Desember 2025 di Paroki Katolik Kristus Terang Dunia Sentani berlangsung khidmat, hangat, dan sarat pesan kebangsaan. Sejak pagi hari, ribuan umat Katolik memadati gereja untuk mengikuti misa Natal yang tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran Ibu Zita Anjani, S.Sos., M.Sc, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pariwisata.

Kehadiran Ibu Zita bukan semata sebagai tamu negara, melainkan sebagai bagian dari perayaan iman umat. Ia hadir merayakan Natal bersama jemaat pada Kamis (25/12), dalam suasana yang mencerminkan harmoni sosial khas masyarakat Sentani. Gereja Kristus Terang Dunia yang berdiri berhadapan secara simbolik dengan Masjid Al-Aqsa kembali menjadi penanda kuat bahwa toleransi di Papua bukanlah slogan, melainkan realitas hidup yang dijalani sehari-hari.

Dalam konteks itulah, pesan-pesan Natal tentang damai, kasih, dan persaudaraan menemukan makna kebangsaannya yang konkret. Perayaan iman di halaman gereja menjelma menjadi pernyataan bersama tentang Indonesia yang majemuk dan saling menopang dalam perbedaan.

Selain menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Ibu Zita Anjani juga merupakan pengurus Yayasan Battuta Bangun Negeri (YBBN), yayasan yang menaungi Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri). Hal ini disampaikan oleh Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom, Rektor Universitas Indonesia Mandiri Lampung Selatan, yang turut hadir dalam perayaan Natal tersebut.

Menurut Dr. Rustono, peran ganda yang dijalani Ibu Zita mencerminkan keterhubungan antara pembangunan pariwisata, pendidikan, dan penguatan sumber daya manusia, khususnya di wilayah timur Indonesia. Kehadiran negara, katanya, tidak hanya terlihat melalui kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran langsung dalam peristiwa-peristiwa iman dan kemanusiaan.

Dalam sambutannya di hadapan umat, Ibu Zita menyampaikan ucapan Natal yang hangat dan penuh empati. “Atas nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata dan atas nama Presiden Republik Indonesia, izinkan saya mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 kepada seluruh umat Kristiani di Papua, khususnya umat Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Sentani,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah hampir seluruh umat yang memenuhi gereja.

Ia menegaskan bahwa Natal bukan sekadar peristiwa liturgis, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat persaudaraan sosial dan solidaritas kebangsaan. Menurutnya, sukacita Natal harus terwujud dalam tindakan nyata yang menumbuhkan kebersamaan di tengah keberagaman.
“Marilah kita menjadikan perayaan Natal ini sebagai momentum untuk saling bergandengan tangan, membangun persaudaraan, agar Papua dan Indonesia senantiasa dipenuhi damai sejahtera dan harapan,” tuturnya.

Momen emosional terjadi ketika Ibu Zita menyinggung simbol toleransi yang begitu kuat di Sentani. Dengan nada haru, ia mengungkapkan kekagumannya melihat Gereja Kristus Terang Dunia berdiri berhadapan langsung dengan Masjid Al-Aqsa.
“Saya terharu melihat gereja yang luar biasa megah, cantik, dan penuh harapan ini. Di depan ada Masjid Al-Aqsa, di seberang jalan ada Gereja Kristus Terang Dunia. Di Jakarta kita memiliki Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, di Papua kita memiliki Masjid Al-Aqsa dan Gereja Kristus Terang Dunia Sentani,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut dengan rasa bangga oleh umat serta para tokoh masyarakat yang hadir. Bagi warga Sentani, pemandangan dua rumah ibadah besar yang berdiri berdampingan itu adalah wajah Papua yang sesungguhnya damai, terbuka, dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Zita juga menyampaikan komitmen konkret negara. Ia berjanji akan mengupayakan dukungan dengan nilai dua kali lipat bagi Gereja Kristus Terang Dunia, termasuk bantuan pengadaan sistem tata suara terbaik. Komitmen tersebut menjadi harapan baru bagi umat yang selama bertahun-tahun berjuang menyelesaikan pembangunan gereja dengan keterbatasan ekonomi.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Kristus Terang Dunia Sentani, Stefanus Budiman, menjelaskan bahwa Gereja Kristus Terang Dunia dan Masjid Al-Aqsa merupakan simbol hidup toleransi antarumat beragama di Papua. Menurutnya, lokasi ini menjadi gerbang bagi siapa pun yang datang ke Tanah Papua sekaligus penanda kuat bahwa Papua adalah tanah damai.

Dalam rangkaian perayaan Natal tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan simbolis berupa dukungan pembangunan gereja dan beasiswa dari Ibu Zita Anjani atas nama pemerintah. Bantuan ini mencerminkan perhatian negara yang tidak hanya menyentuh dimensi spiritual, tetapi juga pendidikan generasi muda Papua.

Selain itu, Pastor Paroki Kristus Terang Dunia, Philipus Elosok, OFM, didampingi Ketua Dewan Paroki I Philipus, Ketua III Bapak Petrus, serta Bapak Lorens Maturbongs, menyerahkan proposal resmi berjudul “Penyelesaian Pembangunan Gedung Gereja Kristus Terang Dunia Sentani dan Gereja Stasi Kampung Harapan Sentani”. Proposal tersebut diterima langsung oleh Ibu Zita Anjani dan disaksikan hampir 5.000 umat yang mengikuti misa Natal.

Ibu Zita juga menyerahkan bingkisan Natal kepada anak-anak panti asuhan sebagai wujud kasih Natal yang inklusif dan kepedulian sosial. Tindakan ini menegaskan bahwa kehadiran negara tidak berhenti pada simbol, tetapi menyentuh langsung kelompok-kelompok yang rentan.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja menambahkan bahwa Paroki Katolik Sang Penebus Sentani kerap disebut sebagai “pintu gerbang Papua”. Menurutnya, setiap orang yang datang ke Papua akan melihat Masjid Al-Aqsa di satu sisi dan Gereja Katolik di sisi lain—sebuah pemandangan yang mencerminkan wajah Papua yang damai dan terbuka. Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan gereja telah berlangsung selama tujuh tahun, dengan dana yang sebagian besar berasal dari sumbangan kecil umat, sehingga prosesnya berjalan perlahan.

Dalam kesempatan yang sama, Stefanus Budiman memoderatori penyerahan proposal resmi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Harapannya, dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian pembangunan gereja. Targetnya, pada akhir tahun 2026, Gereja Kristus Terang Dunia Sentani dapat diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, dengan kehadiran kembali Ibu Zita Anjani.

Perayaan Natal di Sentani tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar perayaan iman. Ia menjelma sebagai pernyataan kuat tentang persaudaraan, toleransi, dan kehadiran negara di Tanah Papua, sebuah pesan damai yang bergema dari halaman gereja, melintasi batas agama, dan menyapa seluruh Indonesia.