BPI dan MUI Tanimbar Satukan Langkah Bangun SDM
Saat Tanimbar Bersiap Menjadi Tuan Rumah di Tanah Sendiri, Harapan Baru untuk Generasi Muda
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Sekretariat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan antara manajemen PT Bangkit Prestasi Insani (BPI) bersama Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, H. Tamsil Herman, bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Di balik percakapan itu, tersimpan harapan besar tentang masa depan generasi muda Tanimbar di tengah geliat investasi energi nasional di Blok Masela.
Mewakili manajemen PT BPI, F. Noya menegaskan bahwa kehadiran pihaknya di Tanimbar merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di daerahnya sendiri.
“Perusahaan ini memang berasal dari Ambon, tetapi secara operasional kami bekerja secara nasional dan pusat kami berada di Yogyakarta. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar meminta kami membantu anak-anak Tanimbar, dan kami sudah memiliki kontrak kerja sama resmi dengan pemerintah daerah untuk tiga tahun ke depan,” ujar Noya.
Menurutnya, tahap awal yang kini dilakukan adalah verifikasi data calon peserta pelatihan dari seluruh wilayah Tanimbar tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.
“Semua dilakukan secara positif dan sportif, tanpa pilih kasih. Baik umat Katolik, Protestan, Muslim maupun masyarakat umum memiliki kesempatan yang sama,” katanya.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah ataupun DPRD semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama. “Karena itu kami datang meminta izin dan dukungan dari Ketua MUI. Ini pekerjaan besar yang menyangkut masa depan manusia Tanimbar. Kalau kami salah, kami berharap diberikan arahan,” tutur Noya.
Menyiapkan Generasi Tanimbar
Program yang dijalankan PT BPI tidak berhenti pada pelatihan dasar. Perusahaan juga menyiapkan jalur magang hingga pendampingan kerja di sejumlah daerah industri di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Cilacap, Jakarta, Solo, hingga Cilegon.
Noya memastikan seluruh peserta akan didampingi secara serius, termasuk dalam kebutuhan kesehatan dan administrasi.
“Sampai medical check-up pun akan kami tanggung. Kalau ada anak-anak yang berprestasi dan harus melanjutkan pelatihan di Jawa, orang tua tidak perlu takut karena kami akan mendampingi mereka,” ujarnya.
Tak hanya itu, peluang beasiswa pendidikan juga dibuka bagi lulusan SMA jurusan IPA, khususnya dari kalangan Muslim di Tanimbar. “Kami ingin dalam tiga tahun ke depan mereka tidak lagi melamar sebagai lulusan SMA, tetapi sudah menjadi sarjana yang memiliki sertifikasi dan keahlian,” kata Noya.
Ia menyebut program tersebut juga mendapat dukungan perusahaan-perusahaan besar melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), tanpa menggunakan dana APBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar. “Kami menggandeng perusahaan besar di Jakarta untuk membantu sertifikasi anak-anak Tanimbar. Data yang sudah diverifikasi nantinya akan dilaporkan kepada negara melalui SKK Migas, Inpex, maupun kontraktor utama yang akan beroperasi di Blok Masela,” jelasnya.
“Jangan Jadi Penonton di Negeri Sendiri”
Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, H. Tamsil Herman, menyambut baik langkah PT BPI. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi peluang penting agar generasi muda Tanimbar tidak tertinggal dari tenaga kerja luar daerah. “Saya sangat bersyukur ada pelatihan ini. Bukan hanya untuk umat Muslim, tetapi juga saudara-saudara Kristen di Tanimbar. Anak-anak kita harus bisa bersaing dengan orang luar yang datang mencari pekerjaan di daerah ini,” ujarnya.
Ia mengaku melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Warga dari sejumlah desa bahkan rela mengantre berhari-hari demi mengurus dokumen persyaratan seperti kartu kuning. “Mereka datang berbondong-bondong mendaftar. Saya bilang kepada mereka, mencari pekerjaan memang tidak mudah, harus ada perjuangan,” katanya.
Menurut Tamsil, pembangunan daerah tidak hanya soal keterampilan kerja, tetapi juga penguatan moral dan nilai-nilai keagamaan.
“Kesopanan, saling menghargai, kejujuran dan disiplin waktu harus dijaga. Kalau ilmu agama kuat, mereka tidak akan melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Ia berharap program tersebut benar-benar dijalankan secara serius demi kemajuan Tanimbar yang selama ini masih tertinggal.
“Saya berharap PT BPI bekerja sungguh-sungguh agar cita-cita memperbaiki daerah ini bisa berhasil. Anak-anak Tanimbar jangan sampai hanya jadi penonton di tanah sendiri,” pungkasnya.(jk)