Ibadah Minggu Pagi GBI MILOS Saumlaki: Penuh Kuasa Roh Kudus dan Seruan Kemanusiaan Lewat FSBSI
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana Minggu pagi, 8 Juni 2025, di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki dipenuhi semangat pujian dan penyembahan yang khusyuk.
Awan cerah mencapai langit Jalan Ir. Soekarno, di belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, saat jemaat berkumpul untuk merayakan kasih setia Tuhan.
Pelayan gereja, Marten Batmanlussy, membuka ibadah dengan deretan pujian syahdu seperti “Mari Memuji”, “Allah Kudus Hadir Di Sini”, dan “Kita Masuk HadratNya Maha Kudus”.
Suasana rohani menguat saat jemaah larut dalam penyembahan, mengangkat tangan dan hati kepada Sang Penghibur, disertai lantunan lagu-lagu seperti “Agungkan NamaNya”, “Roh Kudus Kau Hadir Di Sini”, dan “Yesus, Jagalah Kami”.

Firman yang Menguatkan di Tengah Zaman Sulit
Ibadah semakin mengental dalam kekuatan rohani saat Firman Tuhan disampaikan oleh Evangelis Haris Boritnaban, S.Th. Dalam khotbahnya, ia menekankan pentingnya memahami peran Roh Kudus dalam kehidupan setiap orang percaya.
“Roh Kudus bukan sekedar kuasa, tapi pribadi ketiga dalam Tritunggal Allah. Dia adalah Penolong dan Penuntun dalam seluruh kebenaran,” tegas Ev. Haris sambil Merujuk pada Injil Yohanes 14:16 dan Yohanes 16:13.
Ia juga merasakan tantangan zaman kini, dari manipulasi elit global hingga tantangan spiritual umat.
Namun menurutnya, orang yang dipimpin Roh Kudus akan menghasilkan buah roh dan tidak mudah disesatkan.
“Yesus adalah prototipe kehidupan kita. Sebelum memulai misiNya, Ia pun mencobai selama 40 hari. Demikian pula kita harus siap menghadapi ujian,” ujarnya.

Syukur dan Doa untuk Kekuatan Iman
Gembala Sidang GBI MILOS, Pdt. Helbert S. Wahilitwan, memimpin doa syukur di penghujung ibadah.
Dalam doanya, ia jemaat mengingatkan akan pentingnya keteguhan dalam Firman dan menjauhi segala bentuk penyesatan.
“Nbuatan yang keluar dari kebenaran Firman Tuhan adalah fatal. Roh Kudus harus tinggal dalam setiap pribadi kita agar kekristenan terus bertumbuh secara sehat,” ungkapnya.
Setelah presentasi dan pengumuman kegiatan gereja sepekan, ibadah dilanjutkan dengan sesi penting yang mendukung semangat kemanusiaan.

FSBSI Hadir di Tengah Gereja: Iman yang Bergerak Membela Kaum Lemah
Majelis FSBSI Kepulauan Tanimbar, Johanis Kopong, mendapat kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi mengenai peran Federasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FSBSI).
Ia mengajak jemaat untuk ikut serta dalam perjuangan membela hak-hak buruh dan masyarakat kecil sebagai bagian dari misi pelayanan kemanusiaan.
Ajakan ini langsung disambut dengan antusias oleh jemaah, yang siap hadir dalam rapat akbar FSBSI pada Selasa, 10 Juni 2025 di Saumlaki.
Evangelis Pieter Batilmurik menyatakan dukungannya, “Ini misi kemanusiaan, bagian dari pembelaan terhadap hak asasi manusia.” Sementara itu, Ev. Haris Boritnaban menegaskan, “Kami topang FSBSI dalam memperjuangkan keadilan bagi para buruh.”
Pdt. Helbert S. Wahilitwan menutup sesi ini dengan penguatan spiritual, “Saya bertugas di bidang kerohanian FSBSI.Ini adalah panggilan pelayanan murni, tanpa gaji, sebagai bentuk iman yang bekerja melalui kasih.”

Penutup: Iman yang Tidak Diam
Ibadah Minggu di GBI MILOS kali ini bukan sekadar perjumpaan rohani, namun juga momentum menggerakkan iman ke dalam tindakan nyata.
Perpaduan pujian, firman, doa, penyembahan dan panggilan untuk ikut membela sesama menunjukkan bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga ruang aksi bagi perubahan sosial yang diwajibkan dalam kasih Kristus.