Lonjakan NPWP Warnai Antusias Pelatihan BPI di Tanimbar
BPI dan Blok Masela Dorong Lonjakan Pendaftaran NPWP
Saumlaki – Gelombang antusiasme masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar terhadap peluang pelatihan kerja dan persiapan industri migas mulai terlihat nyata. Salah satunya tampak dari lonjakan drastis permohonan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Saumlaki.
Sejak pagi, antrean warga terlihat memadati kantor Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Saumlaki di Jalan Arafura, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Senin (25/5/2026).
Lonjakan tersebut terjadi seiring tingginya minat masyarakat mengikuti pelatihan kerja yang diumumkan perusahaan BPI sebagai bagian dari persiapan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menghadapi peluang industri migas di wilayah itu.
Kepala KP2KP Saumlaki, Zaenal Arifin, mengatakan pihaknya terus membuka pelayanan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami sebagai kantor penyuluhan, pelayanan dan konsultasi perpajakan selalu terbuka terkait persyaratan yang diminta, baik untuk melamar kerja maupun keperluan lainnya,” ujar Zainal.
Ratusan Permohonan Masuk Setiap Hari
Menurut Zainal, dalam beberapa pekan terakhir jumlah pemohon NPWP meningkat tajam. Jika sebelumnya rata-rata sekitar 100 permohonan per hari, kini angka itu melonjak hingga 200 bahkan 300 pemohon setiap hari. “Lonjakan paling tinggi terjadi mulai tanggal 18 sampai 22 Mei 2026. Sekarang rata-rata 200 sampai 300 permohonan per hari,” katanya.
Berdasarkan data nomor antrean yang dibagikan kantor pajak, jumlah permohonan baru selama sepekan terakhir diperkirakan telah menembus lebih dari seribu pemohon.
Meski menghadapi lonjakan besar, petugas tetap berupaya menyelesaikan seluruh permohonan di hari yang sama. “Kami usahakan berkas yang masuk hari itu selesai di hari itu juga. Bahkan teman-teman sampai lembur malam untuk menyelesaikan pelayanan,” ungkap Zainal.
Ia menjelaskan, pelayanan resmi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIT. Namun dalam situasi lonjakan pemohon, petugas kerap bekerja hingga pukul 17.00 bahkan 18.00 WIT, sementara sisanya diselesaikan di luar jam kerja.
Dukungan untuk Persiapan Blok Masela
Zainal menilai tingginya antusiasme masyarakat merupakan sinyal positif terhadap persiapan sumber daya manusia lokal menghadapi peluang industri besar seperti Blok Masela.
Menurut dia, keberadaan pelatihan kerja tersebut sangat linier dengan peningkatan kesadaran administrasi perpajakan masyarakat. “Kami sangat mendukung program pemerintah daerah terkait persiapan Blok Masela ini untuk meningkatkan kapasitas SDM,” katanya.
Ia menegaskan, para pelamar kerja yang kini mengurus NPWP merupakan calon wajib pajak di masa depan ketika telah memperoleh pekerjaan dan penghasilan tetap. “NPWP bukan sekadar untuk melamar kerja, tetapi nantinya mereka juga memiliki kewajiban perpajakan ketika sudah memperoleh penghasilan di atas penghasilan kena pajak,” jelasnya.
Edukasi Pajak bagi Generasi Muda
Selain pelayanan administrasi, KP2KP Saumlaki juga aktif membangun kesadaran perpajakan melalui program edukasi bagi generasi muda. Zainal menyebut pihaknya memiliki dua program utama yakni Tax Goes to School dan Pajak Bertutur yang menyasar pelajar serta calon wajib pajak usia muda. “Kami ada dua program yang menekankan peningkatan pengetahuan perpajakan kepada calon-calon wajib pajak,” katanya.
Melalui program tersebut, pelajar diperkenalkan pada fungsi pajak, kewajiban perpajakan, hingga pentingnya kontribusi warga negara terhadap pembangunan nasional. Menurutnya, sebagian besar pemohon NPWP saat ini memang berasal dari kelompok usia produktif yang belum bekerja. Namun demikian, terdapat pula beberapa pemohon berusia di bawah 18 tahun yang tetap dapat diproses melalui mekanisme aktivasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan keterkaitan NPWP orang tua.
Strategi Mengurai Kepadatan Pemohon
Untuk menghindari penumpukan massa di kantor pelayanan, KP2KP Saumlaki menerapkan sistem nomor antrean secara bertahap. “Kami beri nomor antrean karena tempat kami tidak muat banyak orang. Jadi pelayanan dilakukan bertahap,” ujar Zainal.
Meski demikian, warga yang tidak memperoleh nomor antrean tetap diperbolehkan menyerahkan formulir untuk diproses pada hari yang sama. Pihaknya juga mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pendaftaran NPWP secara daring agar pelayanan lebih efektif.
Namun menurut Zainal, sebagian besar warga masih memilih datang langsung ke kantor karena merasa lebih yakin ketika memperoleh nomor NPWP secara langsung.
Imbauan Datang Lebih Awal
Menjelang batas akhir pendaftaran pelatihan kerja yang disebut-sebut jatuh pada 29 Mei 2026, Zainal memperkirakan antrean pemohon NPWP masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Karena itu, masyarakat diimbau datang lebih awal agar memperoleh nomor antrean pelayanan. “Jangan mepet-mepet karena kalau memang penutupan tanggal 29, kemungkinan dua hari ke depan kantor pajak akan sangat ramai,” katanya.
Ia juga berharap masyarakat dapat memastikan kembali jadwal penutupan pendaftaran kepada pihak terkait agar tidak terjadi penumpukan mendadak di hari-hari terakhir. Di tengah padatnya antrean dan ritme pelayanan yang terus meningkat, lonjakan permohonan NPWP di Saumlaki menjadi gambaran bagaimana harapan masyarakat terhadap peluang kerja dan masa depan ekonomi Tanimbar perlahan mulai bergerak menuju babak baru.(jk)