May 26, 2026

RD. Domincs Baldawins Masriat: Sukacita adalah Jalan Iman

IMG-20260526-WA0013

RD. Domincs Baldawins Masriat: Sukacita adalah Jalan Iman
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Kehidupan modern yang dipenuhi persaingan, ambisi dan pencarian kenyamanan kerap membuat manusia menempatkan materi sebagai ukuran keberhasilan. Di tengah situasi itu, pesan iman kembali mengingatkan umat untuk memusatkan hidup kepada Tuhan dan nilai-nilai Kerajaan Allah.

Refleksi tersebut disampaikan Domincs Baldawins Masriat dalam renungan Sejenak Sabda yang berlangsung di Central Seminary UST Manila, Filipina, Selasa (26/5/2026).

Dalam permenungannya yang berpijak pada Bacaan Liturgi Hari Biasa Pekan VIII dan Peringatan Wajib Santo Filipus Neri, Pastor Domincs menegaskan bahwa mengikuti Kristus bukanlah jalan yang selalu mudah.
“Yesus tidak pernah menjanjikan jalan yang mudah atau kenyamanan instan. Mengikut Dia menuntut komitmen yang radikal yakni berani melepaskan keterikatan pada materi, kenyamanan, status sosial, bahkan jika perlu, hubungan keluarga biologis,” ungkapnya.

Menurutnya, keberanian meninggalkan berbagai keterikatan duniawi menjadi bagian dari kesetiaan mendahulukan Kerajaan Allah di atas kepentingan pribadi.

Pastor Domincs juga mengingatkan bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan demi iman tidak akan pernah sia-sia di hadapan Tuhan. “Tuhan tidak pernah berutang pada pengorbanan kita. Tuhan bukanlah Pribadi yang kikir. Setiap hal yang kita lepaskan demi iman tidak akan pernah berakhir dengan sia-sia,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Tuhan selalu menyediakan pemulihan dan berkat melalui berbagai cara, bahkan memberikan janji kehidupan kekal bagi mereka yang setia mengikuti-Nya. “Pengorbanan demi mengikut Yesus memang nyata dan sering kali berat, tetapi pemulihan, kelimpahan komunitas, dan upah kekal yang Tuhan sediakan jauh lebih besar daripada apa pun yang kita tinggalkan,” lanjutnya.

Dalam refleksinya, Pastor Domincs turut menyoroti cara pandang Kerajaan Allah yang berbeda dengan ukuran dunia.
Menurutnya, dunia sering memandang orang hebat sebagai mereka yang kaya, berkuasa dan berhasil menumpuk harta.

Namun di hadapan Tuhan, kebesaran justru hadir melalui kerendahan hati, pelayanan dan keberanian membela kebenaran. “Di dunia, orang yang hebat adalah yang paling kaya, paling berkuasa, dan paling pertama menimbun harta. Namun di dalam Kerajaan Allah, orang yang terbesar justru adalah mereka yang rela menjadi yang terakhir,” tuturnya.

Ia mengatakan, hidup yang dipenuhi semangat melayani dan memberi kepada sesama menjadi tanda nyata kedewasaan iman seseorang.

Pastor Domincs juga mengajak umat agar tidak menjalani kehidupan rohani dengan kesedihan atau perasaan menjadi korban karena pengorbanan yang dilakukan demi Kristus.

Menurut dia, keyakinan akan janji hidup kekal seharusnya melahirkan hati yang penuh sukacita dan kebebasan batin.
Dalam refleksi itu, ia mengutip pesan Filipus Neri tentang pentingnya kegembiraan dalam pengabdian kepada Tuhan.

“Kesedihan dan melankolis adalah musuh terbesar dalam pengabdian kepada Tuhan.”
“Kegembiraan Kristiani adalah sebuah karunia dari Tuhan, yang mengalir dari hati yang memiliki hati nurani yang murni.”

Melalui pesan rohani tersebut, umat diajak untuk tetap teguh dalam iman, berani berkorban demi kebenaran, serta menjalani hidup dengan sukacita sebagai wujud kepercayaan penuh kepada Tuhan.(jk)