May 26, 2026

RD Ponsianus Ongirwalu: Gereja Harus Ramah bagi Anak-anak

IMG-20260526-WA0029

RD Ponsianus Ongirwalu Tebar Sukacita dari Altar Pagi, Kasih yang Hadir dalam Kesederhanaan
http://suaraanaknegerinews.com | Olilit Barat – Pagi itu, suasana di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus terasa berbeda. Di tengah doa dan kesederhanaan Novena Hati Kudus Yesus hari kedua, sebuah tindakan kecil menghadirkan kehangatan yang membekas di hati anak-anak maupun para orang tua. Tindakan sederhana itu datang dari Ponsianus Ongirwalu, Pastor Paroki HKY Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (26/5/2026).

Di hadapan anak-anak yang setia mengikuti misa harian sebelum berangkat sekolah, Pastor Ponsianus memberikan bantuan transportasi. Bagi sebagian orang, nilainya mungkin kecil. Namun bagi anak-anak itu, perhatian tersebut menjadi tanda kasih yang begitu besar. “Meskipun langkah kaki kami kecil, hari ini terasa begitu ringan karena berkat-Mu.”

Ungkapan polos itu menggambarkan rasa syukur yang lahir dari hati anak-anak yang merasa diperhatikan dan dihargai atas kesetiaan mereka mendekat kepada Tuhan sejak pagi hari.

Sukacita Anak-anak yang Diperhatikan
Bagi anak-anak, bantuan transportasi itu bukan sekadar uang saku menuju sekolah, melainkan simbol bahwa Tuhan hadir melalui tangan seorang pastor yang peduli pada kehidupan umatnya, terutama anak-anak.

Momentum tersebut terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Filipus Neri, santo yang dikenal sebagai rasul sukacita, penuh humor dan kasih terhadap anak-anak muda. Dalam keheningan pagi, perhatian kecil itu menghadirkan semangat baru bagi anak-anak untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan hati yang gembira.

Haru dan Syukur Para Orang Tua
Di sisi lain, para orang tua turut merasakan haru yang mendalam. Kesetiaan mendidik anak-anak untuk hadir dalam misa harian seolah mendapat peneguhan melalui perhatian nyata dari gereja. “Tuhan tidak pernah menutup mata terhadap anak-anak yang mencari-Nya terlebih dahulu.”

Bagi para orang tua, peristiwa itu menjadi penguat iman bahwa mendidik anak-anak dekat dengan altar tidak pernah sia-sia.
Mereka melihat gereja bukan hanya hadir dalam kehidupan rohani, tetapi juga memahami kenyataan hidup umat sehari-hari, termasuk kebutuhan sederhana seperti ongkos menuju sekolah.

Gereja yang Ramah bagi Anak-anak
Kehangatan itu semakin lengkap lewat pesan yang disampaikan Pastor Ponsianus kepada umat, khususnya anak-anak dan para orang tua. “Sebab sama seperti Hati Yesus yang terbuka bagi semua orang, demikianlah gereja harus menjadi tempat yang ramah dan menghidupkan bagi anak-anak.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa gereja dipanggil untuk menghadirkan kasih yang nyata dan menyentuh kehidupan umat secara langsung. Melalui tindakan sederhana itu, Pastor Ponsianus juga mengingatkan pentingnya mengutamakan Tuhan dalam memulai hari serta menanamkan semangat berbagi sejak dini kepada anak-anak.

Menurutnya, pemberian yang tulus, sekecil apa pun, dapat menghadirkan dampak besar apabila dilakukan dengan kasih yang murni.
Menyalakan Harapan dari Altar Pagi
Semangat itu sejalan dengan spiritualitas Hati Kudus Yesus yang menempatkan cinta kasih, kepedulian, dan sukacita sebagai dasar pelayanan.

Anak-anak pun diajak belajar dari teladan Santo Filipus Neri untuk menjalani hidup dengan kegembiraan dan semangat melayani. “Belajarlah melayani Tuhan dengan gembira. Sekolah adalah tempat kalian mewartakan kebaikan yang baru saja kalian terima dari altar pagi ini.”

Di tengah kehidupan yang sering dipenuhi kesibukan dan persoalan, peristiwa sederhana di Paroki HKY Olilit Barat itu menjadi pengingat bahwa kasih dapat hadir melalui tindakan kecil yang dilakukan dengan ketulusan. Pagi itu, dari altar sederhana di Olilit Barat, sukacita tumbuh, harapan disalakan, dan iman diteguhkan dalam langkah-langkah kecil anak-anak menuju sekolah.(Jk)