May 26, 2026

Disperindagnaker Tanimbar Kawal Rekrutmen BPI

Screenshot_20260526-070307

Disperindagnaker Tanimbar: BPI Siapkan SDM Lokal Hadapi Industri Migas
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disperindagnaker) menegaskan kehadiran BPI di daerah tersebut merupakan bagian dari langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia lokal menghadapi peluang industri minyak dan gas, termasuk pengembangan Blok Masela di masa mendatang.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yohanis Batseran, saat diwawancarai media ini di Kantor Disperindagnaker Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Senin (25/5/2026).

Menurut Yohanis, kehadiran BPI bukan tanpa dasar hukum, melainkan melalui kerja sama resmi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan. “Sebelumnya sudah ada kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan. BPI datang ke Tanimbar karena legalitas perusahaan ini memang untuk merekrut dan menyiapkan SDM di bidang migas,” ujar Yohanis.

Ia mengatakan, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membuka peluang bagi masyarakat lokal agar mampu bersaing di sektor industri strategis.

Fokus pada SDM Berkualitas dan Bersertifikat
Yohanis menjelaskan, BPI tidak hanya memberikan pelatihan biasa, tetapi menyiapkan tenaga kerja dengan kualitas dan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri migas. “Mereka bekerja secara profesional untuk menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar memiliki kualitas dan kapabilitas SDM yang siap bekerja, bukan sekadar diberikan sertifikat,” katanya.

Menurutnya, sertifikasi yang diberikan BPI memiliki standar yang diakui perusahaan-perusahaan di sektor minyak dan gas. Karena itu, peserta pelatihan diharapkan benar-benar siap menghadapi dunia kerja.
“SDM yang dihasilkan harus tangguh. Sertifikat yang diberikan juga memiliki kualifikasi yang baik dan diterima di perusahaan-perusahaan bidang migas,” ucapnya.

Ia menambahkan, jenis pelatihan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.

Kartu Kuning dan Pendataan Pencari Kerja
Dalam kesempatan itu, Yohanis juga menjelaskan fungsi kartu pencari kerja atau kartu kuning yang diterbitkan Disperindagnaker bagi masyarakat yang hendak melamar pekerjaan.

Menurut dia, kartu tersebut bukan hanya sebagai syarat administrasi, tetapi juga membantu pemerintah daerah mendata jumlah pencari kerja di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. “Dengan kartu pencari kerja itu pemerintah daerah bisa mengetahui berapa banyak pencari kerja, mulai dari tamatan SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menegaskan, setiap pencari kerja wajib memiliki kartu tersebut ketika melamar di perusahaan maupun instansi tertentu.
Transparansi dan Pengawasan Rekrutmen
Disperindagnaker, lanjut Yohanis, tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses perekrutan tenaga kerja yang dilakukan perusahaan.

Namun demikian, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang lulus ataupun diterima bekerja. “Kami tetap melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang merekrut tenaga kerja. Tetapi untuk mengintervensi siapa yang lulus atau tidak, itu bukan kewenangan kami,” tegasnya.

Ia memastikan proses seleksi yang dilakukan BPI berlangsung secara terbuka tanpa praktik titipan maupun perlakuan khusus. “Tidak ada pilih kasih. Semua masyarakat harus memiliki peluang yang sama,” katanya.

Harapan Menyambut Peluang Blok Masela
Meski pemerintah daerah masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk pelatihan mandiri, Disperindagnaker memastikan komitmen menyiapkan masyarakat Tanimbar tetap menjadi prioritas.

Yohanis mengatakan, apabila dukungan anggaran daerah memungkinkan, pihaknya juga akan menggelar berbagai pelatihan keterampilan bagi masyarakat. “Kalau anggaran pemerintah daerah sudah memungkinkan, kami juga akan melakukan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar siap berkompetisi,” ujarnya.

Ia berharap seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan, khususnya di sektor migas yang diproyeksikan berkembang di wilayah tersebut. “Harapan kami semua masyarakat punya peluang yang sama. Hasil yang diperoleh nantinya benar-benar karena kemampuan, bukan karena titipan,” pungkasnya.(Jk)