Pastor Pius Heljanan MSC Ajak Umat Hidup dalam Roh Kudus
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Pagi yang tenang di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Minggu (24/5/2026), menjadi ruang permenungan iman bagi umat Katolik di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran. Di tengah suasana Hari Raya Pentakosta, Pastor Pius Heljanan MSC menyampaikan refleksi rohani yang menekankan pentingnya menghadirkan damai dan persaudaraan dalam kehidupan bersama.
Melalui pesan iman yang sederhana namun menyentuh realitas kehidupan sosial masyarakat, Pastor Pius mengajak umat membuka hati terhadap karya Roh Kudus yang mampu menghalau ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan manusia.
“Damai bagi kamu,” demikian kutipan Injil yang menjadi dasar refleksi Pastor Pius Heljanan MSC dalam renungannya.
Dalam refleksinya, Pastor Pius menggambarkan bagaimana para murid Yesus pernah hidup dalam ketakutan dan kecemasan setelah peristiwa penyaliban.
Namun, kehadiran Yesus yang bangkit membawa kekuatan baru melalui Roh Kudus. “Yesus hadir dengan kuasa Roh-Nya, menghalau ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan yang dialami para murid,” ungkap Pastor Pius Heljanan MSC.
Menurutnya, Roh Kudus tidak hanya menjadi simbol kekuatan rohani, tetapi juga sumber persatuan dan kebijaksanaan dalam kehidupan manusia. Kehidupan bersama, katanya, hanya dapat berjalan baik apabila setiap orang menghadirkan hikmat, pengertian, dan kasih dalam relasi sosial sehari-hari.
Pastor Pius juga menyoroti pentingnya “bahasa kasih” di tengah kehidupan masyarakat yang sering kali dipenuhi perbedaan, konflik, dan luka sosial. “Roh Kudus menghadirkan bahasa cinta agar semua orang mengerti kehendak Tuhan untuk mewujudkan kasih dan persaudaraan dalam hidup,” katanya.
Pesan tersebut menjadi refleksi kritis bahwa kehidupan bersama tidak cukup dibangun hanya melalui kata-kata, tetapi juga lewat sikap saling menghargai dan kemampuan mengampuni sesama.
Dalam konteks kehidupan sosial saat ini, Pastor Pius mengingatkan bahwa pertobatan dan saling memaafkan merupakan jalan penting menuju perdamaian yang sejati. “Pertobatan dan saling mengampuni adalah kunci perdamaian,” ujarnya.
Dalam renungannya, Pastor Pius Heljanan MSC juga mengajak umat untuk tidak berhenti pada pengalaman iman pribadi, melainkan berani menjadi saksi kabar gembira di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengikut Yesus dipanggil untuk membawa pesan keselamatan dan kasih kepada sesama, terutama di tengah kehidupan yang sering diwarnai perpecahan dan ketidakpedulian.
“Pengikut Yesus diutus untuk bersaksi tentang kabar gembira: Yesus yang sengsara, wafat di salib, dan bangkit adalah penyelamat,” tuturnya.
Menutup refleksinya, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk hidup dalam kuasa Roh Kudus dengan mengedepankan cinta damai dalam kehidupan sehari-hari.
“Orang yang cinta damai hidup dalam kuasa Roh Kudus. Gunakanlah bahasa kasih dalam hidup bersama,” tutupnya.(jk)