RD Domincs Masriat Ajak Umat Menjadi Pembawa Damai
Refleksi Pentakosta dari Manila
http://suaraanaknegerinews.com | Suasana hening menyelimuti Central Seminary UST Manila, Filipina, Minggu (24/5/2026). Di tengah perayaan Hari Raya Pentakosta, RD. Domincs Baldawins Masriat menyampaikan refleksi iman yang sederhana namun menyentuh pergumulan banyak orang: rasa takut, cemas, dan kehilangan harapan di tengah persoalan hidup.
Melalui renungan bertajuk Sejenak Sabda, imam asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang sedang menjalani tugas sebagai Pastor Mahasiswa di University of Santo Tomas (UST) Manila itu mengajak umat untuk kembali menaruh harapan kepada Allah melalui kuasa Roh Kudus.
Roh Kudus Menguatkan di Tengah Pergumulan
Dalam refleksinya, RD. Domincs mengingatkan bahwa manusia sering kali mudah goyah ketika berhadapan dengan persoalan hidup. Namun, perayaan Pentakosta menjadi peneguhan bahwa Roh Kudus tetap bekerja dan hadir menguatkan setiap orang yang percaya. “Jangan pernah sekali pun menyerah pada harapan, jangan pernah ragu dan cemas, jangan pernah lelah, dan jangan pernah berkecil hati. Jangan takut,” ungkap RD. Domincs Baldawins Masriat dalam pesan refleksinya.
Menurutnya, kuasa Roh Kudus mampu menjangkau segala persoalan dan pergumulan hidup manusia. Karena itu, umat diajak untuk tetap hidup dalam pengharapan dan tidak berhenti berdoa.
“Percaya bahwa kuasa Roh Kudus mampu menjangkau segala persoalan dan masalah yang kita alami. Percaya bahwa kasih Allah melalui Roh Kudus mampu memberikan damai bagi kita,” lanjutnya.
Menjadi Pembawa Damai bagi Sesama
Refleksi Pentakosta yang disampaikan RD. Domincs juga menyoroti pentingnya menghadirkan damai di tengah kehidupan bersama. Ia mengajak umat belajar dari Yesus yang hadir membawa damai kepada para rasul yang sedang diliputi ketakutan.
Dalam Bacaan Injil Yohanes 20:19-23, Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Damai sejahtera bagi kamu.” Pesan itu, menurut RD. Domincs, tetap relevan di tengah kehidupan manusia modern yang sering dipenuhi kecemasan, konflik, dan luka batin. “Kedamaian selalu membawa sukacita dan kegembiraan dalam hidup sehingga hendaklah kehadiran kita bersama orang lain sungguh-sungguh mendatangkan damai,” ujarnya.
Damai Hadir Lewat Hal-Hal Sederhana
RD. Domincs menegaskan bahwa damai tidak selalu diwujudkan melalui materi atau bantuan besar. Senyuman, sapaan yang lembut, dan perhatian kecil kepada sesama juga dapat menjadi bentuk kasih yang menghibur dan menguatkan orang lain.
“Jika tidak memiliki sesuatu yang dapat memberikan kedamaian bagi orang lain, hendaklah melalui senyuman dan sapaan kita, orang lain merasa terberkati, merasa dihibur dan digembirakan,” katanya.
Ajakan untuk Tetap Berdoa
Di akhir refleksinya, RD. Domincs mengajak umat untuk terus membuka hati terhadap karya Roh Kudus melalui doa dan pengharapan. “Ya Allah, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati kami. Amin,” tutupnya.(jk)