May 26, 2026

Pastor Pius Heljanan MSC Mengajak Umat Hidupi Cinta Tanpa Syarat

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Jumat pagi, 4 April 2026 – Dalam suasana hening yang menyelimuti Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pastor Pius Heljanan MSC menyampaikan pesan reflektif yang sarat makna iman di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.

Pesan yang disampaikan sederhana namun mendalam, yakni bahwa Yesus mencintai manusia tanpa syarat dan tanpa batas, sebuah ajakan untuk kembali merenungkan makna pengorbanan Kristus yang kerap terlupakan dalam keseharian.

Dalam renungannya, Pastor Pius mengingatkan bahwa pengorbanan Yesus bukanlah untuk mendapatkan pujian, pengakuan, ataupun pencitraan, melainkan lahir dari kasih yang tulus dan total bagi umat manusia.

Ungkapan “Ia taat sampai mati di kayu salib” menjadi penegasan akan cinta sejati yang tidak bersyarat.

Namun demikian, dalam realitas kehidupan, masih terdapat sikap yang kurang menghargai pengorbanan tersebut dan belum sepenuhnya setia berpaut kepada-Nya.

Manusia sering kali terjebak dalam cara berpikir yang penuh perhitungan, menimbang untung dan rugi dalam memberi, bahkan dalam relasi dengan Tuhan, sesuatu yang bertolak belakang dengan teladan Yesus yang memberi diri tanpa pamrih.

Kisah sengsara Yesus hingga wafat di salib, sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes (Yoh. 18:1–19:42), menjadi cerminan cinta suci yang total dan tanpa batas.

Dari peristiwa itu, umat diajak untuk belajar menghidupi nilai-nilai kasih sejati dalam kehidupan sehari-hari, yakni mencintai dengan tulus tanpa beban, mengampuni dengan ikhlas bukan karena terpaksa, setia dalam mengerjakan hal-hal kecil dengan cinta yang besar, serta menyatukan penderitaan, kegagalan, dan kekecewaan dengan penderitaan Kristus.

Renungan ini menjadi pengingat bahwa iman tidak berhenti pada pengakuan semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Cinta sejati sebagaimana diajarkan Yesus adalah cinta yang memberi tanpa menghitung dan tetap setia dalam segala situasi.

Dari Lauran, pesan ini mengalir sebagai ajakan bagi umat untuk kembali pada esensi kasih, yakni menghidupi cinta yang tulus, sederhana, dan tanpa syarat, sebagaimana telah diteladankan oleh Kristus.(rls:ph/jk)