May 25, 2026

Menumbuhkan Minat dan Mencetak Atlet: “Sosialisasi Olahraga Panahan di MAN Kota Sawahlunto”

SAWAHLUNTO, 1 Agustus 2025 Di tengah sebuah kegiatan yang sarat makna dan visi masa depan berlangsung penuh semangat di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Perpani Kota Sawahlunto (Persatuan Panahan Indonesia) hadir bukan hanya membawa busur dan anak panah, melainkan juga membawa harapan: mengenalkan olahraga panahan kepada generasi muda sekaligus menjaring bibit-bibit atlit potensial yang kelak bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional bahkan internasional.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Jumat , 1 Agustus  2025, ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi sebuah gerakan kecil yang menyentuh nilai-nilai pendidikan karakter, ketangguhan, dan konsentrasi. Di lapangan madrasah yang dikelilingi pepohonan rindang, ratusan siswa dan siswi tampak antusias mengikuti sesi pengenalan panahan yang dipandu langsung oleh pelatih bersertifikat dari PERPANI. Suara anak panah menembus udara dan menancap di sasaran seakan menjadi metafora tentang mimpi-mimpi muda yang tengah diarahkan menuju tujuan.

Ketua PERPANI Kota Sawahlunto, yang di wakili Yolanda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang yang bertujuan menumbuhkan minat dan bakat di bidang olahraga panahan di kalangan pelajar. “Kami percaya, setiap anak memiliki potensi. Tugas kita adalah memfasilitasi dan membimbing mereka agar potensi itu tumbuh menjadi prestasi,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro., menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa bisa menjadi agenda rutin. “Panahan adalah olahraga yang mengajarkan kesabaran, fokus, dan kontrol diri. Nilai-nilai ini sangat sejalan dengan pendidikan karakter yang kami tanamkan di madrasah,” tutur beliau dalam wawancara singkat.

Kegiatan dimulai dengan pemaparan sejarah dan dasar-dasar teknik panahan, dilanjutkan dengan sesi praktik langsung. Wajah-wajah muda yang semula canggung perlahan berubah menjadi penuh percaya diri saat anak panah mereka mulai mendekati pusat sasaran. Dalam sorotan mata yang berbinar itu, tersirat semangat baru: bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga jalan menuju pengembangan jati diri.

Di akhir kegiatan, tim PERPANI melakukan observasi terhadap siswa-siswi yang menunjukkan potensi menonjol dalam keterampilan dasar panahan. Mereka yang terjaring akan diundang untuk mengikuti pelatihan lanjutan dan seleksi tingkat kota sebagai bagian dari program pembibitan atlit muda.

Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan olahraga panahan, tetapi juga menanamkan nilai: bahwa setiap anak muda di Sawahlunto memiliki kesempatan untuk menjadi luar biasa, jika diberi ruang dan kepercayaan untuk tumbuh.

Kontributor : Nofri Hendra

Editor : DTB