Pacu Inovasi Digital, MAN Kota Sawahlunto Gelar Sosialisasi Smartboard
SAWAHLUNTO, 3 September 2025 Sebuah langkah berani menuju pendidikan masa depan kini telah dimulai. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto dengan penuh khidmat dan semangat kebaruan membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Penggunaan Smartboard kepada seluruh tenaga pendidiknya pada hari Rabu, dalam sebuah seremoni yang sarat makna dan visi ke depan.
Di ruang Kelas utama menjadi saksi hadirnya para guru, kepala madrasah datang membawa harapan dan semangat perubahan. Dalam balutan suasana yang hangat dan bersahaja, kegiatan ini menjadi momentum penting, bukan sekadar pelatihan teknologi, melainkan juga tonggak awal transformasi pembelajaran di MAN Kota Sawahlunto.
Acara dibuka langsung oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro yang dalam sambutannya menegaskan bahwa dunia pendidikan harus selalu berani beradaptasi, membuka diri terhadap inovasi, dan tidak boleh berjalan di tempat.
“Smartboard bukan sekadar alat. Ia adalah jembatan antara dunia lama dan dunia baru pendidikan. Kita tidak menggantikan peran guru, tetapi justru memperkuatnya. Dengan teknologi, kita menjangkau lebih jauh, menyentuh lebih dalam,” ujar Tuanku dengan suara yang mantap dan penuh keyakinan.
Smartboard, papan pintar interaktif yang telah merevolusi sistem pengajaran di berbagai belahan dunia, kini resmi hadir di MAN Kota Sawahlunto sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pembelajaran berbasis digital. Tidak hanya memungkinkan guru menampilkan materi secara interaktif dan visual, perangkat ini juga mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kelas, menjadikan proses belajar mengajar lebih hidup dan bermakna.
Kegiatan sosialisasi ini dirancang tidak hanya sebagai perkenalan teknologi, tetapi juga sebagai pelatihan mendalam mengenai filosofi penggunaannya. Narasumber dalam sosialisasi ini Husein Al Haves , memaparkan bahwa integrasi Smartboard dalam pembelajaran harus tetap berpijak pada nilai-nilai humanistik.
“Teknologi hebat, tapi manusialah yang menentukan arahnya. Guru adalah kunci. Maka mari gunakan teknologi ini bukan untuk menggantikan interaksi, tapi untuk memperkaya pengalaman belajar siswa,” tutur Husein di hadapan para pendidik yang menyimak dengan antusias.
Selama kegiatan berlangsung, para guru diajak tidak hanya memahami fitur-fitur teknis Smartboard, tetapi juga mempraktikkannya langsung dalam simulasi pembelajaran berbagai mata pelajaran. Sorot mata penuh rasa ingin tahu dan tawa ringan mewarnai sesi-sesi praktik, menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya milik siswa, tetapi juga hak guru untuk terus tumbuh.
Sosialisasi ini akan berlanjut dalam bentuk pelatihan intensif dan integrasi kurikulum yang akan dijalankan secara bertahap. MAN Kota Sawahlunto berkomitmen untuk menjadi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap zaman, tanpa melupakan akar budaya dan nilai keislaman yang menjadi fondasi utama.
Kontributor : Nofri Hendra
Editor : DTB