UNCRI Gelar Kuliah Perdana Pendidikan Pancasila Dipimpin Rektor
Laporan: Milton De Holet
–
Manokwari, Rabu, 3 September 2025 — “Historia Magistra Vitae est”, sejarah adalah guru kehidupan. Kutipan Latin dari Cicero ini menjadi pembuka kuliah perdana Mata Kuliah Pendidikan Pancasila di Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) Manokwari, yang dipimpin langsung oleh Rektor UNCRI, Prof. Dr. Roberth Kurniawan Ruslak Hammar, S.H., M.Hum., M.M., CLA.
Kuliah ini diikuti oleh mahasiswa semester pertama dari Fakultas Hukum (Program Studi Hukum), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Program Studi Manajemen), serta Fakultas Sains dan Teknologi (Program Studi Ilmu Lingkungan, Rekayasa Kehutanan, dan Sains Kelautan). Dalam suasana akademik yang hangat dan reflektif, Rektor UNCRI mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya melihat Pancasila sebagai mata kuliah wajib, melainkan sebagai dasar moral dan ideologis dalam perjalanan hidup sebagai intelektual muda bangsa.
Beliau menekankan bahwa Pancasila adalah hasil dari pergumulan sejarah, bukan rumusan instan. Ia lahir dari kebijaksanaan para pendiri bangsa yang menggali nilai-nilai luhur dari bumi Indonesia sendiri. Oleh karena itu, memahami Pancasila berarti memahami jati diri bangsa. Tanpa kesadaran itu, pendidikan tinggi akan kehilangan arah dan tujuan. Pancasila adalah fondasi yang harus menjiwai semua cabang ilmu — baik hukum, ekonomi, maupun sains dan teknologi.
Dalam pertemuan perdana ini, Rektor menyampaikan dua pokok penting, yaitu landasan Pancasila dalam sistem pendidikan nasional, serta tujuan dan urgensi mempelajari Pancasila di era modern. Pendidikan tinggi, menurut beliau, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara teknis, melainkan juga pribadi yang berintegritas, adil, peduli, dan berorientasi pada kebaikan bersama. Pancasila menjadi kompas moral yang menjaga arah gerak setiap insan akademik.
Kuliah ini turut didampingi oleh Tim Pengajar Mata Kuliah Pendidikan Pancasila yang berada di bawah koordinasi langsung Rektor. Mereka adalah Theodoros Lamaurin Herin, B.A., S.E., M.M.; Baso Daeng, S.P., M.Si.; Wellem Hendra Balubun, S.Kep., S.H., M.H.; Yohanis Ada’ Lebang, S.P., M.Si.; Theresia Ngutra, S.Pd., S.H., M.Pd., M.H.; dan Ereneus Horokubun, S.Fils., M.H. Keterlibatan tim lintas bidang ini mencerminkan bahwa Pancasila bersifat universal dan relevan dalam semua aspek kehidupan dan keilmuan.
Kuliah perdana ini disambut antusias oleh para mahasiswa baru yang merasa tidak hanya diperkenalkan pada sistem akademik, tetapi juga pada nilai-nilai dasar yang akan membimbing mereka selama menempuh pendidikan di UNCRI. Dalam penutupnya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Pendidikan di UNCRI, ujarnya, tidak hanya bertujuan mencetak lulusan unggul, tetapi juga manusia bermoral dan berkarakter, yang mampu memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan kemanusiaan.