Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu: “Cintailah Bunda Allah, Maka Ia Akan Membantumu Menang”
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Olilit Barat, 9 Juni 2025 — Awan mendung yang menggantung di langit Desa Olilit Barat pagi itu seolah memberi nuansa syahdu dalam perayaan Misa Peringatan Santa Perawan Maria Bunda Gereja yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), RD Ponsianus Ongirwalu.
Dalam misa yang juga menjadi hari pertama Novena Santo Antonius dari Padua ini, semangat berbagi dan kasih menjadi warna utama.
Setelah perayaan ekaristi yang berlangsung khusyuk di Gereja Katolik Paroki HKY, kehangatan makin terasa saat sang Pastor menyapa anak-anak yang saban hari setia hadir dalam misa pagi.
Dengan senyum tulus dan sapaan akrab, RD Ponsianus menyampaikan pesan penuh makna yang mengakar dalam semangat iman Katolik.
“Cintailah Bunda Allah, dan Ia akan memberikan rahmat yang berlimpah untuk membantumu menang dalam perjuangan setiap hari,” ucapnya, mengutip kata-kata St. Josemaria Escriva.
Kepada anak-anak yang ia sebut sebagai “Anak-Anak Hebat”, RD Ponsianus juga membagikan seuntai doa sederhana yang ia sarankan diucapkan saat menghadapi tekanan hidup:
“Jika engkau merasa tertekan, panggillah Bunda Maria. Ucapkan doa sederhana ini: Maria Bunda Yesus, tolong jadilah ibu bagi saya sekarang. Saya yakin, doa ini tidak pernah mengecewakan saya,” ungkapnya sambil mengutip kata-kata penuh iman dari Santa Teresa dari Kalkuta.
Tak hanya berhenti pada kata-kata, kasih nyata juga turut dibagikan.
Sang Pastor memberikan bantuan sederhana berupa ongkos transportasi dan buku tulis kepada anak-anak, sebagai dukungan persiapan sekolah mereka.
Sebuah bentuk perhatian kecil namun berdampak besar bagi anak-anak dari keluarga sederhana di wilayah itu.
“Terima kasih untuk Anak-anak Hebat yang selalu rajin mengikuti misa pagi,” ucap RD Ponsianus, penuh kebanggaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi yang belakangan dikenal masyarakat sebagai “HKY Pung Carita”, sebuah narasi harian dari Gereja Hati Kudus Yesus yang mengangkat kisah kasih, harapan, dan keteladanan iman di tengah umat.
Mendung pagi itu tak menghapus semangat. Justru cuaca yang sedikit cerah selepas misa menjadi simbol terang kasih yang menyinari hati anak-anak yang pulang dengan senyum dan semangat baru, membawa pulang bukan hanya buku dan bantuan, tetapi juga cinta dan teladan dari seorang gembala umat.